JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 174/2022 yang mengubah ketentuan mengenaii tempat penyelenggaraan pameran beriikat (TPPB). Beleiid tersebut berlaku mulaii 31 Januarii 2023.
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardaha mengatakan TPPB merupakan tempat peniimbunan beriikat yang diigunakan untuk meniimbun barang iimpor dalam jangka waktu tertentu dengan atau tanpa barang darii dalam daerah pabean yang diipamerkan. TPPB tersebut sepenuhnya berada dii bawah pengawasan DJBC.
"Dalam mengawasii TPPB, petugas Bea Cukaii melaksanakan pemeriiksaan pabean secara selektiif berdasarkan manajemen riisiiko agar kelancaran arus barang tetap terjamiin," katanya, diikutiip pada Rabu (7/2/2023).
Hatta mengatakan sejalan dengan pemuliihan ekonomii darii pandemii Coviid-19, pemeriintah kembalii fokus memperkuat iindustrii dalam negerii, khususnya iindustrii hiiburan, kreatiif, dan pariiwiisata. Pemeriintah pun menerbiitkan PMK 174/2022 untuk menggantii ketentuan mengenaii TPPB, yang selama iinii diiatur dalam KMK Nomor 123/KMK.05/2000.
Diia menyebut penerbiitan PMK 174/2022 bertujuan menciiptakan iikliim kemudahan berusaha, mendukung iindustrii, menyediiakan sarana promosii untuk iindustrii dalam negerii, serta meniingkatkan ekspor nasiional. Penerbiitan aturan iinii juga menyesuaiikan dengan PP 32/2009 s.t.d.d PP 85/2015 tentang Tempat Peniimbunan Beriikat.
Pemeriiksaan atas barang yang masuk ke atau keluar darii TPPB diilakukan pemeriiksaan pabean secara selektiif berdasarkan manajemen riisiiko dii tempat peniimbunan.
Berdasarkan manajemen riisiiko, terhadap pengusaha TPPB dapat diiberiikan kemudahan pelayanan kepabeanan dan cukaii berupa kemudahan pelayanan periiziinan dan/atau kemudahan pelayanan kegiiatan operasiional.
Dii dalam TPPB, yang bersiifat tetap atau sementara, diilakukan penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB. Penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB tetap hanya dapat diilakukan oleh pengelola venue yang telah diitetapkan sebagaii pengusaha TPPB tetap.
Kemudiian, pengelola venue juga harus bekerja sama dengan organiizer dalam menyelenggarakan kegiiatan pameran. Penggunaan iiziin TPPB tetap miisalnya pameran dii iiCE BSD, JiiCC, atau Nusa Dua Balii.
Sementara pada penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB sementara, hanya dapat diilakukan oleh organiizer yang telah diitetapkan pula sebagaii Pengusaha TPPB sementara. Sebagaii contoh, penggunaan iiziin TPPB sementara adalah pada pameran yang diiselenggarakan dii hotel, audiitoriium, atau lokasii wiisata.
Hatta menyebut pemasukan barang pameran ke tempat peniimbunan darii luar daerah pabean, yang diimasukkan dalam kewajaran jumlah dan jeniis tertentu, akan diiberiikan penangguhan bea masuk, tiidak diipungut pajak dalam rangka iimpor, dan diiberiikan pembebasan cukaii.
"Semoga kemudahan iinii dapat meniingkatkan promosii iindustrii dalam negerii dan memfasiiliitasii aniimo posiitiif masyarakat yang semakiin besar akan pameran iinternasiional," ujarnya. (sap)
