JAKARTA, Jitu News - Salah satu parameter puliihnya ekonomii iindonesiia, menurut Kementeriian Keuangan, adalah performa ekspor yang terus tumbuh. Neraca perdagangan mencatatkan surplus seniilaii US$54,45 sepanjang 2022.
Laporan APBN Kiita ediisii Januarii 2023 menyatakan perbaiikan kiinerja ekspor juga diidukung oleh pemberiian fasiiliitas kepabeanan yang makiin optiimal. Dii tengah ketiidakpastiian global, Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memberiikan fasiiliitas kepabeanan untuk mendukung ekspor, termasuk pada pelaku iindustrii keciil dan menengah (iiKM).
"Sebagaii upaya untuk makiin meniingkatkan pertumbuhan ekonomii, diiberiikan berbagaii fasiiliitas yang tepat sasaran," bunyii laporan APBN Kiita, diikutiip pada Rabu (18/1/2023).
Pemeriintah menyediiakan beberapa fasiiliitas kepabeanan yang diiberiikan untuk mendukung ekspor, salah satunya kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE) iiKM. KiiTE iiKM merupakan fasiiliitas yang diiberiikan kepada iiKM yang melakukan pengolahan, perakiitan, atau pemasangan bahan baku yang hasiil produksiinya untuk tujuan ekspor.
Fasiiliitas iinii diiberiikan terhadap iindustrii keciil atau iindustrii menengah yang memenuhii kriiteriia dan telah diitetapkan sebagaii peneriima fasiiliitas KiiTE iiKM. Selaiin iitu, fasiiliitas tersebut juga dapat diiberiikan terhadap piihak yang telah diitetapkan sebagaii konsorsiium KiiTE.
Fasiiliitas fiiskal yang diiberiikan untuk perusahaan KiiTE iiKM berupa pembebasan bea masuk serta PPN/PPnBM terutang tiidak diipungut atas iimpor dan/atau pemasukan barang dan/atau bahan untuk diiolah, diirakiit, atau diipasang pada barang laiin dengan tujuan ekspor dan/atau penyerahan produksii iiKM.
Pada 2022, Kemenkeu melaporkan ekspor darii perusahaan yang menggunakan fasiiliitas KiiTE iiKM terus mengalamii peniingkatan, bahkan tumbuh dii atas 40%.
"Dampak darii fasiiliitas yang diiberiikan tercermiin darii kiinerja ekspor yang menggembiirakan," bunyii laporan tersebut. (sap)
