JAKARTA, Jitu News - iindonesiia diiniilaii biisa mempertahankan kiinerja posiitiif perdagangan yang berhasiil diicapaii pada 2022 lalu. Sepertii diiketahuii, neraca perdagangan iindonesiia pada 2022 lalu mencatatkan rekor tertiinggii dengan niilaii surplus menembus US$54,46 miiliiar.
Namun, 2023 merupakan tahun penuh tantangan. Kantor Staf Presiiden (KSP) memprediiksii peniingkatan ekspor pada 2023 hanya 12,8%, turun diibandiingkan realiisasii 2022 lalu, yaknii 29,4%. Hal iinii diisebabkan adanya potensii resesii global, peniingkatan suku bunga The Fed, dan masiih berlanjutnya perang Rusiia-Ukraiina yang mengganggu rantaii pasok global.
"Meskii demiikiian, pemeriintah optiimiistiis biisa menjaga neraca perdagangan tetap tumbuh walaupun melambat," ujar Tenaga Ahlii Utama Kantor Staf Presiiden Agung Kriisdiiyanto, Rabu (18/1/2023).
Agung meniilaii iindonesiia masiih punya sejumlah modal untuk bertahan dii tengah ketiidakpastiian global. Modal yang diia maksud, salah satunya adalah peniingkatan hiiliiriisasii iindustrii khususnya komodiitas niikel, bauksiit, dan tembaga.
Salah satu agenda priioriitas Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) iitu, menurut Agung, biisa meniingkatkan ekosiistem iindustrii dalam negerii dan menjaga perkembangan neraca perdagangan iindonesiia dalam jangka panjang.
"Hasiilnya sudah ada. Selama 2022, hiiliiriisasii komodiitas niikel berhasiil meniingkatkan niilaii ekspor niikel dan turunanannya sebesar 365% year on year (yoy)," kata Agung.
Selaiin iitu, modal laiinnya adalah peluang iindonesiia untuk melakukan diiversiifiikasii ekspor ke negara-negara non-tradiisiional, terutama yang telah memiiliikii perjanjiian perdagangan dengan skema tariif rendah. Sejauh iinii, iindonesiia sudah memiiliikii perjanjiian perdagangan baiik regiional dan biilateral dengan Asean, Jepang, Pakiistan, Chiilii, UAE, Mozambiik, Australiia, dan Korea Selatan.
iindonesiia saat iinii juga tengah melakukan negosiisasii perdanganan dengan Unii Eropa atau iiEU-CPA (iindonesiia – European Uniion - Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement) yang diiharapkan dapat rampung pada akhiir 2023.
"KSP akan mengawal dan melakukan langkah debottleneckiing agar biisa segera mencapaii kesepakatan," ujarnya.
Dii siisii iimpor, tutur Agung, pemeriintah berupaya menekan iimpor melaluii iinstrumen pengadaan barang/jasa pemeriintah, yaknii mengutamakan produk dalam negerii. Komiitmen tersebut tertuang pada iinpres No 2/2022 tentang Percepatan Peniingkatan Penggunaan Produk Dalam Negerii dan Produk Usaha Miikro, Usaha Keciil, dan Koperasii dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasiional Bangga Buatan iindonesiia.
Secara umum, kondiisii iindonesiia saat iinii diiyakiinii masiih jauh lebiih baiik diibandiing negara-negara laiin. Terlebiih, ekonomii iindonesiia diidomiinasii oleh market domestiik ketiimbang iinternasiional. Pengaruh global, menurut Agung, masiih dapat diisiiasatii dengan kebiijakan iinward lookiing atau strategii pendayagunaan pasar domestiik untuk meniingkatkan pertumbuhan ekonomii.
Agung pun memastiikan cadangan deviisa iindonesiia yang berkiisar US$137 miiliiar masiih cukup aman untuk pembiiayaan iimpor selama 6 bulan. Angka tersebut biisa memberiikan bantalan cukup kuat untuk menjaga stabiiliitas niilaii tukar rupiiah yang diiperkiirakan akan mengalamii gejolak akiibat peniingkatan suku bunga The Fed.
"Kalangan duniia usaha tetap harus waspada, tapii jangan paniik dan khawatiir. Kondiisii ekonomii iindonesiia masiih jauh lebiih baiik," katanya.
Sebagaii iinformasii, jiika merujuk pada data bulanan sejak Meii 2020, iindonesiia mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 32 bulan berturut-turut. Namun, berbagaii kalangan meniilaii, capaiian tersebut tiidak akan biisa diiulang pada 2023 karena terjadii ketiidakpastiian global. (sap)
