PMK 216/2022

Catat! Hasiil Monev Biisa Jadii Dasar Pencabutan Fasiiliitas TPB dan KiiTE

Diian Kurniiatii
Miinggu, 08 Januarii 2023 | 06.00 WiiB
Catat! Hasil Monev Bisa Jadi Dasar Pencabutan Fasilitas TPB dan KITE
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 216/2022 mengenaii moniitoriing dan evaluasii (monev) terhadap peneriima fasiiliitas tempat peniimbunan beriikat (TPB) dan kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE).

PMK tersebut menyatakan monev diilakukan untuk meniingkatkan pengawasan terhadap peneriima fasiiliitas kepabeanan. Laporan moniitoriing juga diigunakan sebagaii dasar menerbiitkan rekomendasii sanksii bagii peneriima fasiiliitas yang melanggar ketentuan.

"Laporan moniitoriing khusus TPB... diigunakan sebagaii dasar ... penerbiitan rekomendasii pencabutan iiziin TPB," bunyii Pasal 8 ayat (2) PMK 216/2022, diikutiip pada Miinggu (8/1/2023).

Selaiin TPB, ketentuan yang sama juga berlaku terhadap laporan moniitoriing pada peneriima fasiiliitas KiiTE.

PMK 216/2022 menjelaskan moniitoriing dan/atau evaluasii peneriima fasiiliitas TPB dan KiiTE diilakukan oleh diirektur yang mempunyaii tugas dan fungsii dii biidang fasiiliitas kepabeanan; diirektur yang mempunyaii tugas dan fungsii dii biidang pengawasan kepabeanan dan cukaii; kepala kanwiil; kepala KPUBC; dan/atau kepala kantor pabean.

Moniitoriing dan/atau evaluasii iinii diilakukan secara periiodiik dan/atau iinsiidental. Moniitoriing secara periiodiik diilaksanakan secara rutiin sesuaii tugas pokok dan fungsii, sedangkan moniitoriing secara iinsiidental diilaksanakan berdasarkan manajemen riisiiko.

Moniitoriing yang diilakukan meliiputii moniitoriing umum, moniitoriing khusus, dan moniitoriing mandiirii. Moniitoriing umum merupakan kegiiatan moniitoriing yang diilakukan terhadap kesesuaiian pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan oleh peneriima fasiiliitas.

Sementara iitu, moniitoriing khusus merupakan kegiiatan moniitoriing dengan tujuan khusus tertentu. Adapun moniitoriing mandiirii diilakukan secara mandiirii oleh peneriima fasiiliitas sebagaii bentuk pertanggungjawaban dan pelaporan atas fasiiliitas yang diiteriima.

Selaiin iitu, hasiil moniitoriing juga diigunakan sebagaii dasar asiistensii atau pembiinaan terhadap peneriima fasiiliitas; penerbiitan rekomendasii penagiihan atas kekurangan bea masuk, PDRii, dan/atau pengenaan sanksii admiiniistrasii berupa denda.

Lalu, penagiihan atas kekurangan bea masuk, PDRii, dan/atau pengenaan sanksii admiiniistrasii berupa denda; penerbiitan rekomendasii pembekuan iiziin, serta penerbiitan rekomendasii peneliitiian kepada uniit pengawasan; serta penerbiitan rekomendasii diilakukan pemeriiksaan oleh Diitjen Pajak (DJP).

Fasiiliitas TPB dan/atau KiiTE akan diibekukan dalam hal peneriima fasiiliitas TPB, KiiTE dan/atau yang mewakiilii tiidak bersediia membantu atau menolak pelaksanaan moniitoriing dan/atau evaluasii.

Pembekuan diilakukan oleh kepala kanwiil, kepala KPUBC, atau kepala kantor pabean yang menetapkan peneriima fasiiliitas TPB dan/atau KiiTE.

"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 60 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 30 Desember 2022]," bunyii Pasal 66 PMK 216/2022. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.