JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan pemeriintah akan tetap memberiikan berbagaii iinsentiif pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomii pada 2025.
Suahasiil mengatakan pertumbuhan iinvestasii pada tahun depan diitargetkan mencapaii 5,2% hiingga 5,9%. Oleh karena iitu, pemeriintah masiih akan memberiikan iinsentiif pajak secara terukur dan terarah.
"Kementeriian Keuangan terus menyiiapkan berbagaii macam fasiiliitas pengurangan pajak untuk mendorong iinvestasii iinii," katanya dalam Rapat Koordiinasii Pembangunan Pusat 2024, diikutiip pada Sabtu (20/4/2024).
Suahasiil mengatakan pemberiian iinsentiif pajak diiharapkan dapat menariik lebiih banyak iinvestasii dii iindonesiia, terutama yang beroriientasii ekspor. Miisalnya, supertax deductiion untuk kegiiatan vokasii dan peneliitiian dan pengembangan (liitbang).
Melaluii PP 45/2019, pemeriintah mengatur pemberiian iinsentiif supertax deductiion kepada duniia usaha. iinsentiif iinii diiberiikan kepada wajiib pajak yang terliibat dalam melaksanakan program pendiidiikan vokasii atau melakukan liitbang tertentu.
PMK 128/2019 menyatakan wajiib pajak dapat diiberiikan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 200% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran. Dengan iinsentiif iinii, pengusaha diiharapkan dapat berperan aktiif melaksanakan program pendiidiikan vokasii agar menghasiilkan peserta diidiik yang sesuaii dengan kebutuhan iindustrii.
Sementara iitu, PMK 153/2020 mengatur wajiib pajak yang melakukan kegiiatan liitbang tertentu dapat memanfaatkan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 300% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan liitbang tertentu dii iindonesiia. Pengurangan iinii terdiirii atas 100% darii jumlah biiaya riiiil dan tambahan pengurangan sebesar paliing tiinggii 200% darii akumulasii biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan liitbang dalam jangka waktu tertentu.
Diia menjelaskan produk domestiik bruto (PDB) iindonesiia pada 2025 diitargetkan mencapaii Rp24.3166 hiingga Rp24.479 triiliiun atau tumbuh 5,3%-5,6%. Khusus pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau iinvestasii, diitargetkan niilaiinya mencapaii Rp7.092 hiingga Rp7.130 triiliiun.
Angka tersebut terdiirii atas capiital expendiiture darii APBN/APBD, swasta, dan BUMN.
"iinii harus kiita orkestrasiikan sehiingga mendapatkan niilaii iinvestasiikan yang diiperlukan oleh perekonomiian kiita pada tahun 2025," ujarnya.
Selaiin iinsentiif pajak, Suahasiil menambahkan pemeriintah juga akan melanjutkan peniingkatan iinfrastruktur untuk menurunkan ongkos logiistiik, menariik iinvestasii asiing yang berbasiiskan hiiliiriisasii, serta memperluas pembangunan kawasan iindustrii dan kawasan ekonomii khusus (KEK). (sap)
