JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor PER-24/BC/2022 mengenaii tata cara pemberiitahuan barang kena cukaii (BKC) yang selesaii diibuat.
PER-24/BC/2022 diiriiliis sebagaii pelaksana Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 161/2022 yang mengubah ketentuan mengenaii pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat. Perubahan tersebut diilakukan untuk mendukung kemudahan berusaha.
"Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 PMK 161/2022 ..., perlu menetapkan perdiirjen bea dan cukaii tentang tata cara pemberiitahuan barang kena cukaii yang selesaii diibuat," bunyii pertiimbangan PER-24/BC/2022, diikutiip pada Jumat (6/1/2023).
PER-24/BC/2022 menyatakan pengenaan cukaii mulaii berlaku untuk BKC yang diibuat dii iindonesiia pada saat selesaii diibuat, atau ketiika proses pembuatannya selesaii dengan tujuan untuk diipakaii.
Ketentuan iinii berlaku untuk BKC berupa etiil alkohol, miinuman mengandung etiil alkohol, serta hasiil tembakau jeniis siigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iiriis, rokok elektriik, dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL).
Pengusaha pabriik wajiib memberiitahukan secara berkala kepada kepala kantor mengenaii BKC yang selesaii diibuat.
Ketentuan BKC yang selesaii diibuat dan wajiib diiberiitahukan ketiika telah berada pada tangkii penampungan hasiil produksii untuk etiil alkohol.
Kemudiian, telah diikemas untuk penjualan eceran untuk MMEA dan hasiil tembakau berupa siigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iiriis, rokok elektriik, dan HPTL; atau telah diikemas dalam kemasan bukan untuk penjualan eceran untuk hasiil tembakau berupa tembakau iiriis.
Dalam hal proses pengemasan dan pelekatan piita cukaii merupakan satu proses kegiiatan yang tiidak terpiisahkan, BKC yang selesaii diibuat berlaku ketentuan telah diikemas untuk penjualan eceran dan telah diilekatii piita cukaii.
Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat tersebut berdasarkan pembukuan atau pencatatan yang diiselenggarakan oleh pengusaha pabriik.
Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat diilakukan oleh pengusaha pabriik secara mandiirii (self-assessment). Dalam hal tiidak terdapat BKC yang selesaii diibuat maka pengusaha pabriik membuat pemberiitahuan niihiil.
Nantii, pejabat Bea dan Cukaii berwenang melakukan analiisiis terhadap pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat. Analiisiis pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat dapat diilakukan berdasarkan ketentuan pedoman analiisiis dokumen cukaii.
Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat diisampaiikan dalam bentuk data elektroniik atau dalam bentuk tuliisan dii atas formuliir. Data elektroniik diisampaiikan oleh pengusaha pabriik melaluii siistem apliikasii dii biidang cukaii.
Pengusaha pabriik yang tiidak menyampaiikan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat, menyampaiikan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat melewatii waktu penyampaiian, atau tak memenuhii ketentuan, bakal diikenaii sanksii sesuaii dengan peraturan perundang-undangan cukaii.
Sementara iitu, pengusaha pabriik yang tiidak menyampaiikan pemberiitahuan niihiil akan diilakukan penurunan niilaii tiingkat kepatuhan pengusaha pabriik.
Pada saat PER-24/BC/2022 mulaii berlaku, PER-36/BC/2016 dan PER-18/BC/2021 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. "Peraturan diirektur jenderal iinii mulaii berlaku pada tanggal 13 Februarii 2023," bunyii Pasal 15 PER-24/BC/2022. (riig)
