JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana mereviisii 2 peraturan presiiden (perpres) terkaiit dengan ratiifiikasii atas perjanjiian multiilateral dii biidang perpajakan pada tahun depan.
Perpres yang akan diireviisii tersebut antara laiin Perpres 77/2019 tentang pengesahan atas Multiilateral iinstrument (MLii) dan Perpres 159/2014 tentang pengesahan Conventiion On Mutual Admiiniistratiive Assiistance iin Tax Matters (MAAC).
"Program penyusunan perpres ... diitetapkan untuk jangka waktu 1 tahun," bunyii Keputusan Presiiden (Keppres) 26/2022, diikutiip pada Selasa (27/12/2022).
Sebagaii iinformasii, diitetapkannya Perpres 77/2019 membuat iindonesiia biisa meratiifiikasii persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) tanpa memerlukan proses renegosiiasii biilateral yang memakan waktu dengan negara miitra.
Beberapa P3B perlu diimodiifiikasii mengiingat sebagiian dii antaranya adalah diisepakatii sejak puluhan tahun yang lalu serta belum mampu merespons double nontaxatiion, treaty shoppiing, dan beragam taktiik penghiindaran pajak laiinnya.
Melaluii Perpres 77/2019, iindonesiia juga mencantumkan 47 P3B sebagaii covered tax agreement (CTA) yang diimodiifiikasii secara serentak lewat MLii. iindonesiia juga sudah menyerahkan dokumen ratiifiikasii MLii kepada Sekretariiat OECD sejak 28 Apriil 2021.
Perpres 159/2014 menjadii landasan hukum bagii iindonesiia untuk turut serta dalam konvensii bantuan admiiniistratiif dii biidang perpajakan atau MAAC.
Bantuan dii biidang pajak yang tercakup dalam konvensii tersebut antara laiin pertukaran iinformasii perpajakan secara otomatiis hiingga bantuan untuk memuliihkan peneriimaan pajak. Saat iinii, sudah ada 146 yuriisdiiksii yang meratiifiikasii dan berpartiisiipasii dalam MAAC. (riig)
