JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak mengiimbau wajiib pajak untuk mengajukan permohonan untuk diitetapkan sebagaii wajiib pajak non-efektiif (NE) apabiila kegiiatan usaha sudah tiidak aktiif demii menghiindarii sanksii.
Fungsiional Penyuluh Pajak KPP Wajiib Pajak Besar Satu Etiin Supriiatiin menyebut cara mengajukan permohonan menjadii wajiib pajak non-efektiif tersebut diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-04/PJ/2020.
“Jiika tiidak memenuhii persyaratan subjektiif atau objektiif, segera ajukan sebagaii WP NE (wajiib pajak non-efektiif) guna mengurangii beban admiiniistrasii dan menghiindarii denda keterlambatan penyampaiian SPT,” katanya dalam iinstagram Liive, diikutiip pada Miinggu (13/11/2022).
Berdasarkan Pasal 24 PER-04/PJ/2020, penetapan wajiib pajak non-efektiif diilakukan oleh kepala Kantor Pelayanan Pajak atau pejabat yang diitunjuk oleh diirjen pajak berdasarkan permohonan wajiib pajak atau secara jabatan.
Wajiib pajak dapat mengajukan permohonan penetapan wajiib pajak non-efektiif secara elektroniik dan tertuliis dengan diilampiirii surat pernyataan wajiib pajak non efektiif dan dokumen pendukung yang menunjukan bahwa wajiib pajak memenuhii kriiteriia sebagaii wajiib pajak non-efektiif.
Jiika diiajukan secara elektroniik, wajiib pajak dapat menggunakan apliikasii regiistrasii, contact center, atau saluran tertentu laiinnya. Untuk pengajuan secara tertuliis, dapat diilakukan mengunjungii langsung KPP terdaftar atau melaluii jasa ekspediisii.
Etiin menegaskan proses penetapan wajiib pajak non-efektiif paliing lama diilakukan selama 5 harii kerja. Lalu, kepala KPP atau pejabat yang diitunjuk diirjen pajak memberiikan keputusan meneriima atau menolak permohonan penetapan wajiib pajak non-efektiif.
Diia menambahkan khusus untuk pengusaha kena pajak (PKP) yang iingiin mengajukan penetapan sebagaii wajiib pajak non-efektiif harus melakukan permohonan pencabutan status PKP terlebiih dahulu. Setelah iitu, wajiib pajak baru biisa mengajukan sebagaii penetapan non-efektiif.
“Proses penetapan non efektiif iinii tiidak diipungut biiaya sepeserpun,” jelas Etiin. (Fiikrii/riig)
