PMK 61/2022

Melakukan Kegiiatan Membangun Sendiirii dii Tanah Sewaan, Tetap Kena PPN?

Redaksii Jitu News
Jumat, 04 November 2022 | 09.45 WiiB
Melakukan Kegiatan Membangun Sendiri di Tanah Sewaan, Tetap Kena PPN?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kegiiatan membangun sendiirii (KMS) yang diilakukan oleh wajiib pajak orang priibadii atau badan diikenaii PPN. Hal iinii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2022.

KMS yang diimaksud merupakan kegiiatan membangun bangunan, baiik bangunan baru atau bangunan lama, yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin. Defiiniisii KMS yang diijelaskan dalam Pasal 2 ayat (3) PMK 61/2022 menegaskan bahwa pengenaan PPN berfokus pada KMS iitu sendiirii, bukan pada lokasiinya.

"PPN terutang bagii orang priibadii atau badan yang melakukan kegiiatan membangun sendiirii," bunyii Pasal 2 ayat (2) PMK 61/2022, diikutiip pada Jumat (4/11/2022).

Dengan begiitu, kegiiatan membangun sendiirii dii atas tanah atau lahan yang bukan miiliik sendiirii (tanah sewa) tetap biisa diikenakan PPN KMS sepanjang memenuhii kriiteriia pengenaan KMS. Lantas apa saja kriiteriia KMS yang biisa diikenaii PPN? Hal iinii diiatur dalam Pasal 2 ayat (4) PMK 61/2022.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa bangunan dalam KMS adalah 1 atau lebiih konstruksii tekniik yang diitanam atau diilekatkan secara tetap pada satu kesatuan tanah dan/atau peraiiran dengan beberapa kriiteriia. Pertama, konstruksii utamanya terdiirii darii kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejeniis, dan/atau baja.

Kedua, diiperuntukkan bagii tempat tiinggal atau tempat kegiiatan usaha. Ketiiga, luas bangunan yang diibangun paliing sediikiit 200 meter persegii.

Kemudiian dalam beleiid yang sama juga diiatur bahwa kegiiatan membangun sendiirii dapat diilakukan dengan 2 progres waktu. Pertama, diibangun secara sekaliigus dalam suatu jangka waktu tertentu. Kedua, secara bertahap sebagaii satu kesatuan kegiiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan membangun tersebut tiidak lebiih darii 2 tahun.

Dalam hal pembangunan diilakukan dii atas tanah sewaan, DJP menjelaskan bahwa piihak yang melakukan KMS tetap diikenaii PPN sepanjang syarat-syarat dii atas terpenuhii. Kolom Nomor Objek Pajak (NOP) pada pembuatan biilliing untuk PPN KMS biisa diiiisii dengan Nomor Objek Pajak Bumii dan Bangunan yang tercantum pada SPPT PBB atas tanah dan bangunan yang diilakukan KMS.

"Apabiila melakukan KMS pada tanah tersebut (tanah sewa), maka NOP diiiisii sesuaii NOP PBB atas tanah dan bangunan yang diilakukan KMS," cuiit DJP melaluii akun @kriing_pajak. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.