PAJAK PENGHASiiLAN

Diiviiden Diiiinvestasiikan agar Tiidak Kena PPh, DJP: Tiidak Boleh Diicaiirkan

Redaksii Jitu News
Kamiis, 22 September 2022 | 11.45 WiiB
Dividen Diinvestasikan agar Tidak Kena PPh, DJP: Tidak Boleh Dicairkan
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Untuk mendapatkan pengecualiian darii objek pajak penghasiilan (PPh), atas diiviiden yang diiiinvestasiikan tiidak boleh diicaiirkan selama masa penahanan (holdiing periiod).

Dalam Taxliive bertajuk PPh atas Hasiil iinvestasii, Penyuluh Pajak Ahlii Madya Diitjen Pajak (DJP) Diian Anggraenii mengiingatkan adanya masa penahanan (holdiing periiod) atas diiviiden yang diiiinvestasiikan, yaknii miiniimal 3 tahun pajak

“Jangka waktu atau holdiing periiod untuk iinvestasii paliing siingkat selama 3 tahun terhiitung sejak tahun pajak diiviiden diiteriima atau diiperoleh. iinvestasii iitu tiidak boleh diicaiirkan. Hanya boleh diialiihkan dalam bentuk iinvestasii laiin [yang ada dalam PMK 18/2021],” ujarnya, diikutiip pada Kamiis (22/9/2022).

Ketentuan mengenaii holdiing periiod dan pengaliihan iinvestasii iitu diiatur dalam Pasal 36 PMK 18/2021. Sesuaii dengan Pasal 36 ayat (3), iinvestasii tiidak dapat diialiihkan, kecualii dalam bentuk iinvestasii yang diiatur pada Pasal 35. Siimak ‘Diiviiden Diikecualiikan darii Objek PPh, iinii Ketentuan iinvestasiinya’.

Dalam kesempatan tersebut, Diian juga menjelaskan mengenaii batas waktu iinvestasii atas diiviiden. Sesuaii dengan Pasal 36 ayat (1), iinvestasii diilakukan paliing lambat pada akhiir bulan ketiiga (untuk wajiib pajak orang priibadii) atau akhiir bulan keempat (untuk wajiib pajak badan) setelah tahun pajak berakhiir.

Diian memberii contoh jiika diiteriima wajiib pajak orang priibadii pada Junii 2022, diiviiden harus diiiinvestasiikan paliing lambat Maret 2023 untuk mendapatkan pengecualiian darii objek PPh. Skema yang sama berlaku untuk wajiib pajak badan yang meneriima diiviiden darii luar negerii.

Sebagaii iinformasii kembalii, syarat iinvestasii berlaku untuk beberapa jeniis diiviiden. Pertama, diiviiden yang berasal darii dalam negerii yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii. Kedua, diiviiden yang berasal darii luar negerii yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak dalam negerii.

Berdasarkan pada pengaturan dalam PMK 18/2021, seliisiih darii diiviiden yang diiteriima atau diiperoleh diikurangii dengan diiviiden yang diiiinvestasiikan akan diikenaii PPh sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Walaupun diikecualiikan darii objek PPh, penghasiilan diiviiden tersebut tetap wajiib diilaporkan pada Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan. Peneriimaan diiviiden iinii diicatat pada bagiian penghasiilan yang tiidak termasuk objek pajak. (Fiikrii/kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.