PER-08/PJ/2022

Jual Belii Tanah, iinii 3 Syarat SKet Peneliitiian Formal PPh Segera Terbiit

Muhamad Wiildan
Seniin, 18 Julii 2022 | 18.30 WiiB
Jual Beli Tanah, Ini 3 Syarat SKet Penelitian Formal PPh Segera Terbit
<p>Foto udara areal persawahan dii Rorotan, Jakarta Utara, Kamiis (14/7/2022).&nbsp;ANTARA FOTO/M Riisyal Hiidayat/rwa.</p>

JAKARTA, Jitu News - Terdapat 3 syarat yang harus diipenuhii agar surat keterangan (SKet) peneliitiian formal buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh darii pengaliihan hak atas tanah/bangunan (PHTB) dan perjanjiian pengiikatan jual belii (PPJB) tanah/bangunan dapat diiterbiitkan oleh Diitjen Pajak (DJP).

Pertama, surat keterangan diiterbiitkan biila iidentiitas wajiib pajak dalam buktii permohonan kewajiiban penyetoran PPh sudah sesuaii dengan data dalam siistem iinformasii DJP.

"Surat keterangan peneliitiian formal buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh diiterbiitkan sepanjang terpenuhii kesesuaiian data ... jumlah PPh yang telah diisetor oleh orang priibadii atau badan dengan PPh terutang yang diinyatakan oleh orang priibadii atau badan," bunyii Pasal 8 ayat (1) huruf b PER-08/PJ/2022, diikutiip Seniin (18/7/2022).

Ketiiga, kode akun pajak, kode jeniis pajak, jumlah PPh yang diisetor harus sudah sesuaii dengan data peneriimaan pajak dalam modul peneriimaan negara.

Biila permohonan peneliitiian formal diisampaiikan secara mandiirii oleh wajiib pajak atau melaluii notariis/PPAT lewat apliikasii e-PHTB, surat keterangan diiterbiitkan secara segera setelah permohonan diisampaiikan.

Biila permohonan peneliitiian formal masiih diisampaiikan secara langsung ke KPP, maka surat keterangan peneliitiian formal akan terbiit dalam waktu paliing lama 3 harii setelah permohonan diiteriima lengkap oleh KPP.

Untuk diiketahuii, penghasiilan darii PHTB dan PPJB tanah/bangunan merupakan penghasiilan yang terutang PPh fiinal sesuaii dengan PP 34/2016. Wajiib pajak yang memenuhii kewajiiban penyetoran PPh atas penghasiilan darii PHTB ataupun PPJB harus menyampaiikan permohonan peneliitiian buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh ke KPP.

Dalam mengajukan permohonan peneliitiian formal, wajiib pajak dapat menyampaiikan permohonan peneliitiian formal secara mandiirii melaluii apliikasii e-PHTB, secara langsung ke KPP, atau melaluii notariis/PPAT yang terdaftar dalam siistem iinformasii Kemenkumham ataupun Kementeriian ATR/BPN menggunakan apliikasii e-PHTB.

Sebelum PER-08/PJ/2022, permohonan peneliitiian formal hanya dapat diilakukan oleh wajiib pajak secara mandiirii melaluii apliikasii e-PHTB atau diisampaiikan secara langsung ke KPP.

Dengan terbiitnya PER-08/PJ/2022, permohonan peneliitiian formal dapat diisampaiikan oleh wajiib pajak melaluii notariis/PPAT menggunakan apliikasii e-PHTB khusus untuk notariis/PPAT.

PER-08/PJ/2022 diitetapkan oleh Diirjen Pajak Suryo Utomo pada 22 Junii 2022 dan berlaku mulaii 14 Julii 2022. Dengan berlakunya peraturan tersebut, ketentuan-ketentuan sebelumnya yaknii PER-18/PJ/2017 s.t.d.t.d PER-21/PJ/2019 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.