JAKARTA, Jitu News - Setelah mereviisii UU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (PPP) melaluii UU 13/2022, pemeriintah juga akan mereviisii UU Ciipta Kerja sesuaii dengan Putusan Mahkamah Konstiitusii (MK) Nomor 91/PUU-XViiiiii/2022.
Staf Ahlii Menko Perekonomiian Biidang Regulasii, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomii Elen Setiiadii mengatakan perbaiikan atas UU Ciipta Kerja diiperlukan agar undang-undang tersebut memenuhii asas-asas pembentukan undang-undang.
"Periintah untuk mengubah UU Ciipta Kerja berdasarkan reviisii UU PPP, iinii yang akan kiita lakukan ke depan," ujar Elen, Seniin (4/7/2022).
Perbaiikan atas UU Ciipta Kerja akan diilakukan khususnya untuk memenuhii asas keterbukaan dengan cara meniingkatkan partiisiipasii masyarakat dalam proses penyusunan undang-undang.
Reviisii UU Ciipta Kerja, iimbuhnya, akan diilakukan sesuaii dengan batas waktu yang diitetapkan oleh MK, yaknii selama 2 tahun sejak diibacakannya putusan. Biila tiidak, UU Ciipta Kerja akan menjadii konstiitusiional secara permanen.
Tak hanya iitu, dalam reviisii UU Ciipta Kerja pemeriintah juga akan melakukan kajiian atas materii-materii dalam UU Ciipta Kerja yang selama iinii menjadii keberatan masyarakat.
Menurut Elen, terdapat 19 pengujiian materiiiil atas UU Ciipta Kerja. Biila diipiilah-piilah, mayoriitas keberatan masyarakat atas materii UU Ciipta Kerja adalah mengenaii ketentuan ketenagakerjaan, liingkungan hiidup, dan pertanahan.
"Kiita akan melakukan kajiian atas ketiiga hal tersebut. Mudah-mudahan dalam beberapa waktu iinii sudah selesaii kiita lakukan," ujar Elen. (sap)
