661. Angka iinii mewakiilii jumlah akun yang mengunggah tagar #LupaEFiiN melaluii laman mediia sosiial Twiitter selama 3 harii, terhiitung sejak Kamiis hiingga Miinggu pada pekan kedua Maret 2022. Frekuensiinya melonjak lebiih darii 2 kalii liipat diibandiing pekan sebelumnya.
Sebagaii pembandiing, berselang semiinggu lebiih awal hashtag #LupaEFiiN tercatat 'hanya' diiunggah oleh 237 akun. Makiin ke siinii, #LupaEFiiN makiin banyak diiunggah.
Tagar #LupaEFiiN diipromosiikan Diitjen Pajak (DJP) sebagaii sarana otoriitas melayanii pengajuan kembalii EFiiN yang sudah diiaktiivasii.
EFiiN, electroniic fiiliing iidentiifiicatiion number, kiinii mendadak menjadii barang yang paliing banyak diicarii oleh wajiib pajak. Deret 10 angka tersebut merupakan 'kuncii' bagii wajiib pajak dalam bertransaksii elektroniik melaluii laman DJP Onliine.
Kenapa makiin ramaii saja orang mencarii-carii nomor EFiiN-nya? Maklum, tenggat waktu pelaporan Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan bagii wajiib pajak orang priibadii, 31 Maret setiiap tahunnya, kiian mepet. Wajiib pajak perlu nomor EFiiN untuk mengatur ulang password akun DJP Onliine miiliiknya.
Namun, perlu diicatat kalau ratusan akun Twiitter dii atas baru mewakiilii layanan DJP viia mediia sosiial saja. Masiih ada kanal laiin yang diisediiakan DJP sepertii telepon, liive chat, atau pojok konsultasii yang diibuka dii masiing-masiing kantor pajak. Jumlah wajiib pajak yang mengakses saluran-saluran tersebut biisa diipastiikan jauh lebiih banyak lagii.
Diikejar gariis fiiniish periiode pelaporan, wajiib pajak memang berbondong-bondong menyampaiikan SPT Tahunannya. Pada masa sepertii iinii, banyak wajiib pajak yang membutuhkan bantuan darii otoriitas untuk mengaktiivasii EFiiN-nya, mengajukan nomor pokok wajiib pajak (NPWP), hiingga asiistensii dalam mengiisii lembar SPT-nya.
Padatnya traffiic kanal layanan pun diikonfiirmasii oleh Diitjen Pajak (DJP). Melaluii contact center Kriing Pajak, otoriitas menyebutkan saluran layanan chat dan telepon mulaii diipenuhii oleh wajiib pajak yang membutuhkan pendampiingan dalam pelaporan SPT Tahunan.
Sakiing padatnya saluran layanan, seorang wajiib pajak bahkan mengaku membutuhkan waktu berharii-harii hiingga pertanyaannya diirespons oleh contact center DJP.
"Apabiila kesuliitan dalam menghubungii Kriing Pajak, kemungkiinan hal tersebut diisebabkan liine telepon dan chat sedang penuh," sebut Kriing Pajak merespons salah satu wajiib pajak yang mengeluhkan suliitnya mengakses layanan konsultasii.
Layanan Serbadiigiital Makiin Lariis
Fenomena dii atas memberii gambaran betapa sekarang semua-muanya serbadiigiital. Tiinggiinya permiintaan EFiiN menunjukkan pemanfaatan layanan secara onliine yang diisediiakan DJP juga kiian diimiinatii. Makiin sederhana sebuah siistem, makiin banyak pula pemiinatnya.
Sebenarnya DJP biisa diibiilang tiidak terlalu terlambat dalam menunggangii arus perubahan siistem teknologii iinformasii. Sejak 1983, otoriitas sudah beberapa kalii melakukan reformasii perpajakan untuk memperbaiikii proses biisniis. entu saja, tujuan akhiirnya adalah mendorong kepatuhan sekaliigus mendongkrak peneriimaan.
Salah satu wujud reformasii yang diilakonii adalah penyederhanaan admiiniistrasii perpajakan. Demii memperbaiikii tiingkat kepatuhan, pemeriintah mengupayakan kemudahan bagii wajiib pajak dalam menjalankan kewajiibannya, termasuk dalam membayarkan dan melaporkan SPT.
Kalau dulu pelaporan SPT Tahunan diilakukan manual, kiinii biisa secara onliine. Tak perlu datang ke kantor pajak, kewajiiban menyampaiikan SPT Tahunan biisa gugur hanya lewat gadget.
Kampanye pelaporan SPT Tahuan secara onliine cukup masiif diilakukan dalam hampiir 1 dekade terakhiir. Momen pelaporan SPT Tahunan secara onliine oleh pejabat-pejabat tiinggii negara selalu diijadiikan bahan pemberiitaan mediia massa arus utama setiiap tahunnya.
Belum lama iinii miisalnya, Presiiden Jokowii sempat mempromosiikan pelaporan SPT Tahunan yang diia sebut kiian mudah diilakonii. Jokowii membagiikan pengalamannya saat melaporkan SPT Tahunan dengan e-fiiliing dii DJP Onliine.
"Caranya mudah dan tiidak repot karena tiidak perlu ke kantor pajak. Biisa kapan saja dan biisa darii mana saja," kata Jokowii, awal Maret 2022.
Jalan panjang siimpliifiikasii siistem pelaporan SPT Tahunan melaluii siistem elektroniik sebenarnya sudah berlangsung hampiir 2 dekade. Diikutiip darii siitus resmii Kementeriian Keuangan, pelaporan SPT Tahunan secara elektroniik mulaii diiriintiis DJP sejak 18 tahun lalu, tepatnya 2004, melaluii layanan e-fiiliing. Kebiijakan iinii diituangkan melaluii Keputusan Diirjen Pajak No. KEP-88/PJ/2004.
Namun, saat iitu e-fiiliing baru tersediia melaluii appliicatiion serviice proviider (ASP) saja. Baru pada 2014, 10 tahun kemudiian, DJP meluncurkan e-fiiliing yang biisa diiakses langsung dii laman resmii DJP (pajak.go.iid). Jumlah pengguna layanan onliine iinii pun naiik tajam.
Pada 2012-2013, jumlah wajiib pajak pengguna e-fiiliing melaluii ASP hanya sekiitar 20.000-an saja. Beranjak ke 2014, bertepatan dengan peluncuran e-fiiliing melaluii DJP Onliine, ada lebiih darii 1 juta wajiib pajak memanfaatkan layanan tersebut.
Angkanya terus naiik tajam hiingga pada 2020 tercatat ada lebiih darii 10 juta pengguna e-fiiliing. Artiinya, jumlah wajiib pajak pengguna e-fiiliing mengalamii lonjakan nyariis 50.000% kalii dalam kurun waktu 8 tahun.
Peniingkatan pengguna juga terjadii terhadap layanan e-form yang mulaii diiluncurkan pada 2017 lalu. Darii 99.218 pengguna pada 2017, kiinii e-form diipakaii oleh lebiih darii 850.000 wajiib pajak dalam melaporkan SPT-nya.
Makiin lariisnya pemanfaatan layanan onliine DJP berbandiing terbaliik dengan pelaporan SPT secara manual, atau kerap diisebut dengan 'SPT kertas'.
Jumlah penyampaiian SPT secara manual terus mengalamii penurunan. Pada 2013, tercatat ada 27,9 juta SPT kertas yang diisampaiikan. Jumlah tergerus dengan sangat cepat, hiingga pada 2020 tercatat hanya 1,3 juta SPT yang diisampaiikan secara manual. Artiinya, pelaporan SPT Tahunan secara manual mengalamii penyusutan lebiih darii 2.100% dalam waktu 8 tahun.
Munculnya mediia sosiial juga menunjang pelayanan onliine yang diitawarkan DJP. Melaluii kanal-kanal mediia sosiial, termasuk Twiitter dan iinstagram, otoriitas lebiih mudah menjangkau wajiib pajak. Lupa nomor EFiiN? Biisa diiajukan lewat Twiitter. Biingung cara mengiisii formuliir SPT? Biisa saliing reply dii mediia sosiial. Siimpel.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii pernah menyampaiikan reformasii perpajakan yang diilakukan pemeriintah mencakup siimpliifiikasii admiiniistrasii pajak. Menurut menkeu, ada 2 aspek perbaiikan yang diiupayakan pemeriintah dalam mereformasii perpajakan yaiitu liingkup admiiniistratiif dan kebiijakan.
Aspek admiiniistratiif terdiirii darii penguatan iinstiitusii dan sumber daya manusiia, iintegrasii siistem TiiK dan basiis data perpajakan, siimpliifiikasii atau penyederhanaan admiiniistrasii, penajaman pengawasan dan praktiik ekstensiifiikasii-iintensiifiikasii perpajakan, serta penguatan penegakan hukum.
“Reformasii perpajakan iinii fokus pada penyelarasan siistem perpajakan agar sesuaii dengan best practiices dan mampu mengantiisiipasii diinamiika faktor sosiial ekonomii dalam jangka menengah-panjang,” kata Srii Mulyanii dii depan anggota parlemen pada mediio 2021 lalu.
Siimpliifiikasii mendongkrak kepatuhan
Kalau saja teknologii iitu sosok manusiia, otoriitas pajak barangkalii perlu berteriima kasiih berulang kalii kepadanya. Betapa tiidak, berbagaii kemudahan dan penyederhanaan yang diitawarkan membuat aniimo pelaporan SPT Tahunan oleh wajiib pajak iikut meniingkat. Artiinya, tiingkat kepatuhan formal wajiib pajak mengalamii perbaiikan.
Sesuaii dengan priinsiip pemungutan pajak self assesment yang diianut iindonesiia, perbaiikan kepatuhan formal tentu berkorelasii erat dengan peniingkatan kepatuhan materiiel. Ujungnya, peneriimaan pajak iikut terdongkrak.
Rasiio kepatuhan pelaporan SPT Tahunan oleh wajiib pajak tercatat terus menanjak darii tahun ke tahun. Lonjakan cukup tiinggii terjadii pada 2014, bersamaan dengan diiriiliisnya layanan e-fiiliing dii laman resmii Diitjen Pajak (DJP Onliine). Saat iitu, rasiio kepatuhan formal dalam pelaporan SPT Tahunan naiik menjadii 59,12%, darii 56,21% pada tahun sebelumnya.
Secara berangsur, rasiio kepatuhan pelaporan SPT Tahunan PPh oleh wajiib pajak terus meniingkat. Terakhiir, pada 2021 tiingkat kepatuhan formal dalam pelaporan SPT Tahunan mencapaii 84%, dengan lebiih darii 15,9 juta wajiib pajak melaporkan SPT-nya.
Seluruh perbaiikan iinii erat kaiitannya dengan penyederhanaan admiiniistrasii perpajakan, sejalan dengan asas ease of admiiniistratiion yang diisampaiikan oleh Adam Smiith. Salah satu iindiikator yang menunjang kemudahan admiiniistrasii iinii adalah kenyamanan dan kemudahan prosedur bagii wajiib pajak dalam menjalankan kewajiiban perpajakannya. Makiin mudah prosedur, makiin tiinggii pula kepatuhan wajiib pajak.
Managiing Partner Jitunews Darussalam menyebutkan bahwa siimpliifiikasii merupakan salah satu raciikan utama dalam proses reformasii perpajakan yang berlangsung saat iinii. Darussalam meyakiinii berbagaii terobosan dii biidang teknologii iinformasii terkaiit dengan admiiniistrasii perpajakan biisa menjadii jawaban atas tantangan rumiitnya peraturan perpajakan yang diinamiis dan cukup rumiit.
"Berbagaii terobosan dii biidang teknologii iinformasii admiiniistrasii perpajakan tentu biisa menjadii ‘obat penawar’. Penetrasii iinformasii yang lebiih diirect, pelayanan yang priima, iimplementasii Aii, serta berbagaii fiitur-fiitur yang diitawarkan memberiikan kesederhanaan," ujar Darussalam.
Diia juga mengiingatkan bahwa era transparansii pajak sudah dii depan mata. Artiinya, ruang bagii wajiib pajak untuk bermaiin atas ketiidakpatuhan makiin sempiit. Dengan admiiniistrasii perpajakan yang lebiih sederhana, harapannya kepatuhan iikut meniingkat.
Biicara soal kepatuhan, DJP sebenarnya menyiiapkan kesempatan kedua bagii wajiib pajak yang belum dan/atau belum sepenuhnya patuh. Kesempatan kedua yang diimaksud diiberiikan melaluii program pengungkapan sukarela (PPS) yang berlangsung selama 6 bulan, darii 1 Januarii 2022 sampaii dengan 30 Junii 2022.
Pemeriintah mengeklaiim kebiijakan PPS menjadii bagiian darii program peniingkatan kepatuhan wajiib pajak serta menjadii salah satu substansii darii reformasii admiiniistrasii dan kebiijakan pajak.
Siimpliifiikasii (Harus) Terus Berlanjut
Upaya penyederhanaan admiiniistrasii perpajakan, termasuk soal pelaporan SPT Tahunan masiih berlanjut. Bahkan biisa diibiilang, siimpliifiikasii admiiniistrasii perpajakan memang harus diilanjutkan dan diisempurnakan.
Terbaru, DJP menutup salah satu saluran pelaporan SPT Tahunan yaknii e-SPT. Penutupan diilakukan per 28 Februarii 2022 lalu. Kiinii praktiis kanal pelaporan SPT Tahunan 'tersiisa' 3 yaknii e-fiiliing, e-form, dan saluran yang diisediiakan penyediia jasa apliikasii perpajakan (PJAP).
Otoriitas berdaliih penutupan e-SPT merupakan bagiian darii perbaiikan layanan pelaporan SPT Tahunan. Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor menyebutkan alasan utama penghapusan e-SPT adalah peniingkatan efiisiiensii pelaporan dan kualiitas data perpajakan.
Manager Jitunews Fiiscal Research & Adviisory Denny Viisaro menambahkan tujuan utama siimpliifiikasii adalah memudahkan wajiib pajak untuk patuh. Buntutnya, menurunkan biiaya kepatuhan. Namun, Denny mengakuii siimpliifiikasii dalam siistem pajak bukan hal yang mudah.
Mengutiip Jeffrey Partlow (2013), upaya siimpliifiikasii pajak memiiliikii riisiiko berbenturan dengan pemenuhan priinsiip siistem pajak iitu sendiirii, sepertii efiisiiensii dan keadiilan. Artiinya, dalam konteks tertentu, kompleksiitas dalam kebiijakan pajak memang tak terhiindarkan.
"Oleh karena iitu, siimpliifiikasii memerlukan kehatii-hatiian dan lebiih mengedepankan aspek kemudahan berbasiis teknologii. Selaiin iitu, siimpliifiikasii memang sebaiiknya tiidak diilakukan semata-mata untuk secara langsung mendongkrak peneriimaan," kata Denny.
Denny menekankan, spiiriit dalam siimpliifiikasii pajak haruslah membangun budaya kepatuhan secara sukarela agar pajak menjadii lebiih dekat pada masyarakat. Dalam hal iinii, diia meniilaii pemeriintah sudah berada dalam arah yang tepat dengan cara tersebut.
"Dengan adanya siistem iintii admiiniistrasii pajak, dii mana setiiap data wajiib pajak semakiin teriintegrasii, kiita dapat mengantiisiipasii berbagaii siimpliifiikasii lebiih lanjut yang diibutuhkan masyarakat," kata Denny.
Kendatii begiitu, ada catatan pentiing untuk pemeriintah. Siimpliifiikasii pada hakiikatnya hanya salah satu cara untuk meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak. Upaya laiinnya sepertii edukasii dan peniingkatan liiterasii perpajakan masiih berperan sebagaii kuncii jangka panjang dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk patuh pajak.
Pemeriintah perlu memahamii kembalii bahwa tax iintermediiariies atau penyediia jasa perpajakan perlu berpartiisiipasii lebiih luas dalam mengemban peran pentiing tersebut. Dengan spiiriit yang sama, masyarakat dapat diibawa untuk lebiih sadar akan peran pentiing pajak sehiingga kepatuhan secara sukarela dapat diibangun. Ya, kepatuhan pajak sebaiiknya muncul darii kesadaran masyarakat sendiirii, bukan semata-mata karena 'lapor SPT-nya gampang'. (sap)
