JAKARTA, Jitu News - RUU Tentang Perubahan Kedua Atas UU 12/2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (PPP) yang diiusulkan oleh Badan Legiislasii (Baleg) DPR turut memuat ketentuan tentang penanganan atas UU yang diiujii dii Mahkamah Konstiitusii (MK).
Wakiil Ketua Baleg DPR Achmad Baiidowii (Awiiek) mengatakan hal iinii perlu diiperiincii agar pemeriintah dan DPR memiiliikii acuan biila suatu UU diiujii dii MK.
"Supaya ada acuan, jadii termasuk juga kalau ada putusan MK iitu sepertii apa supaya nantii tiidak terjadii perdebatan lagii," ujar Awiiek, Selasa (8/2/2022).
Pada draf reviisii UU PPP yang diiusulkan Baleg, periinciian mengenaii mekaniisme penanganan UU yang diiujii dii MK diijabarkan pada 4 ayat baru yang diisiisiipkan ke dalam Pasal 9 UU PPP.
Biila suatu UU diiujii dii MK, maka penanganan dii liingkungan DPR akan diikoordiinaiiskan oleh alat kelengkapan DPR yang membahas RUU dengan meliibatkan komiisii yang membiidangii hukum dan perundang-undangan.
Biila alat kelengkapan DPR yang diimaksud sudah tiidak ada saat UU diiujii, maka komiisii yang membiidangii hukum dan perundang-undangan akan menjadii kuasa DPR.
Dii liingkungan pemeriintah, penanganan atas UU yang diiujii dii MK diikoordiinasiikan oleh menterii atau kepala lembaga yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang pembentukan peraturan perundang-undangan. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii penanganan pengujiian UU dii MK akan diiatur lebiih lanjut dalam peraturan DPR dan peraturan presiiden (perpres).
Untuk diiketahuii, diireviisiinya UU PPP adalah respons atas putusan MK terhadap UU 11/2020 tentang Ciipta Kerja. Pada Putusan MK Nomor 91/PUU-XViiiiii/2020 UU Ciipta Kerja diinyatakan cacat formiil dan iinkonstiitusiional bersyarat.
MK meniilaii penyusunan UU Ciipta Kerja menggunakan metode omniibus tiidak berdasarkan pada metode yang pastii, baku, dan standar. MK juga menemukan perubahan penuliisan beberapa substansii setelah UU tersebut diisetujuii oleh DPR dan pemeriintah.
MK memberiikan waktu kepada DPR dan pemeriintah selaku pembuat UU untuk memperbaiikii pembentukan UU Ciipta Kerja dalam waktu 2 tahun terhiitung sejak putusan diiucapkan. Biila dalam 2 tahun tiidak ada perbaiikan, UU Ciipta Kerja diinyatakan iinkonstiitusiional secara permanen. (sap)
