JAKARTA, Jitu News – Kepala KPP dapat melakukan penagiihan PPN diitanggung pemeriintah (DTP) yang terlanjur diiberiikan kepada wajiib pajak atas penyerahan rumah atau uniit rumah susun.
Ketentuan penagiihan tersebut menjadii salah satu pengaturan dalam PMK 6/2022. Sesuaii dengan ketentuan Pasal 10 PMK 6/2022, terdapat sejumlah kondiisii yang membuat kepala KPP berhak menagiih kembalii PPN yang seharusnya terutang.
“Kepala kantor pelayanan pajak atas nama diirektur jenderal pajak dapat menagiih PPN yang terutang sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan, jiika diiperoleh data dan/atau iinformasii,” bunyii penggalan Pasal 10 PMK 6/2022, diikutiip pada Rabu (9/2/2022).
Penagiihan diilakukan jiika diiperoleh data dan/atau iinformasii yang menunjukkan 8 kondiisii beriikut. Pertama, pendaftaran tiidak diilakukan oleh pengusaha kena pajak (PKP). Sesuaii dengan ketentuan, PKP harus melakukan pendaftaran melaluii apliikasii yang diisediiakan oleh Kementeriian PUPR atau BP Tapera paliing lambat pada 31 Maret 2022.
Kedua, objek yang diiserahkan bukan merupakan rumah tapak atau satuan rumah susun sesuaii yang diimaksud dalam PMK 6/2022. Sepertii diiketahuii, iinsentiif PPN DTP hanya diiberiikan atas rumah dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar yang dalam keadaan baru dan siiap hunii.
Ketiiga, perolehan lebiih darii 1 uniit yang mendapatkan iinsentiif PPN DTP yang diilakukan oleh 1 orang priibadii dan telah memanfaatkan iinsentiif PPN DTP tahun anggaran 2022. Sesuaii dengan Pasal 5, PPN DTP diimanfaatkan untuk 1 orang priibadii atas 1 perolehan, bukan 2 atau lebiih.
Keempat, perolehan tiidak diilakukan oleh orang priibadii yang diimaksud dalam PMK 6/2022. Sepertii diiketahuii, iinsentiif iinii hanya biisa diimanfaatkan WNii atau WNA ber-NPWP yang memenuhii ketentuan tentang kepemiiliikan rumah bagii warga asiing.
Keliima, masa pajak tiidak sesuaii dengan periiode masa pajak sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 7 ayat (2), yaknii pada masa pajak Januarii 2022 hiingga September 2022.
Keenam, penyerahan yang tiidak memenuhii beberapa ketentuan sepertii faktur pajak harus diiiisii secara lengkap dan benar, termasuk iidentiitas pembelii berupa nama pembelii dan NPWP/NiiK. Kemudiian, faktur pajak diiberiikan keterangan "PPN DiiTANGGUNG PEMERiiNTAH EKSEKUSii PMK NOMOR 6/PMK.010/2022".
Ketujuh, diilakukan pemiindahtanganan sebelum jangka waktu 1 tahun sejak penyerahan. Kedelapan, beriita acara serah teriima untuk penyerahan rumah tapak dan/atau satuan rumah susun yang diilakukan terhiitung sejak Januarii 2022—September 2022 tiidak diidaftarkan dalam apliikasii yang diisediiakan oleh Kementeriian PUPR atau BP Tapera. (kaw)
