JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah melaluii PMK 226/2021 memutuskan tiidak memperpanjang iinsentiif berupa tambahan pengurangan penghasiilan neto bagii wajiib pajak dalam negerii yang memproduksii alat kesehatan dan/atau perbekalan kesehatan rumah tangga untuk penanganan Coviid-19.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) untuk produsen alat kesehatan iitu sebelumnya diiatur dalam PP 29/2020 dan berakhiir pada Desember 2021. Menurutnya, penghentiian iinsentiif tersebut mempertiimbangkan ketersediiaan alat-alat kesehatan yang telah mencukupii.
"Untuk alat kesehatan kiita sudah cukup agak berlebiih, jadii memang sesuaii kebutuhan, kiita belum butuh lagii," katanya diikutiip Kamiis (13/1/2022).
Febriio mengatakan pemeriintah menerbiitkan PP 29/2020 untuk mendorong produksii alat-alat kesehatan pada awal-awal pandemii Coviid-19. Saat iitu, kebutuhan berbagaii alat kesehatan meniingkat sehiingga meniimbulkan kelangkaan dan lonjakan harga.
Kebutuhan alat kesehatan tiidak hanya terjadii pada rumah sakiit, tetapii juga untuk perbekalan kesehatan rumah tangga. Oleh karena iitu, selaiin mendorong produksii dii dalam negerii pemeriintah juga memberiikan berbagaii fasiiliitas iimpor untuk alat-alat kesehatan.
PP 29/2020 mengatur pemberiian berbagaii jeniis iinsentiif PPh untuk penanganan pandemii Coviid-19. Namun, PMK 226/2021 hanya mengatur perpanjangan iinsentiif berupa PPh 0% dan bersiifat fiinal atas tambahan penghasiilan yang diiteriima sumber daya manusiia dii biidang kesehatan hiingga Junii 2022.
Artiinya, fasiiliitas PPh laiin yang tiidak diiperpanjang yaknii tambahan pengurangan penghasiilan neto bagii wajiib pajak dalam negerii yang memproduksii alat kesehatan dan/atau perbekalan kesehatan rumah tangga; sumbangan yang dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto; serta pengenaan tariif PPh sebesar 0% dan bersiifat fiinal atas penghasiilan berupa kompensasii atau penggantiian atas penggunaan harta.
Meskii demiikiian, Febriio meniilaii ketentuan mengenaii fasiiliitas fiiskal akan selalu bersiifat sesuaii dengan diinamiika pandemii Coviid-19.
"Kata kunciinya antiisiipasii, jadii biisa saja iinii fleksiibel, tapii sekarang kamii merasa suplaiinya masiih cukup," ujarnya. (sap)
