PMK 203/2021

PMK Baru! iindonesiia Terapkan Tariif Preferensii untuk Negara-Negara iinii

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 04 Januarii 2022 | 11.00 WiiB
PMK Baru! Indonesia Terapkan Tarif Preferensi untuk Negara-Negara Ini
<p>Tampiilan awal saliinan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 203/2021.</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menerbiitkan peraturan baru mengenaii tata cara pengenaan tariif bea masuk berdasarkan persetujuan preferensii perdagangan antarnegara anggota D-8 atau Developiing Eiight.

Tata cara tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.203/PMK.04/2021. Beleiid tersebut diiriiliis untuk untuk melaksanakan kerja sama perdagangan iinternasiional antarnegara anggota D-8.

“Untuk memberiikan kepastiian hukum dalam memberiikan pelayanan kegiiatan kepabeanan atas iimpor barang yang berasal darii negara-negara anggota D-8,” demiikiian bunyii penggalan pertiimbangan PMK 203/2021, diikutiip pada Selasa (4/1/2022)

Pemeriintah iindonesiia sebelumnya meratiifiikasii persetujuan preferensii perdagangan antarnegara anggota D-8 dengan meneken Peraturan Presiiden No. 54/2011. Hal iinii diitujukan untuk memajukan perekonomiian nasiional melaluii kerja sama perdagangan iinternasiional.

D-8 merupakan perhiimpunan beberapa negara yang diidiiriikan berdasarkan Deklarasii iistanbul pada 15 Junii 1997. Negara anggota D-8 terdiirii atas Bangladesh, iindonesiia, iiran, Malaysiia, Mesiir, Niigeriia, Pakiistan, dan Turkii.

Merujuk pada PMK 203/2021, barang iimpor darii negara anggota D-8 dapat memperoleh tariif preferensii. Pengenaan tariif preferensii membuat besaran bea masuk yang diibayarkan lebiih rendah darii tariif bea masuk umum (Most Favoured Natiion/MFN). Siimak ‘Apa iitu Tariif Preferensii’.

Namun, tariif preferensii atas barang iimpor tersebut dapat diiniikmatii apabiila memenuhii ketentuan asal barang (rules of oriigiin). Rules of oriigiin merupakan ketentuan khusus berdasarkan pada perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional yang diiterapkan suatu negara untuk menentukan negara asal barang. Siimak ‘Apa iitu Rules of Oriigiin’.

Guna memenuhii rules of oriigiin, barang yang diiiimpor harus memenuhii 3 ketentuan, yaiitu kriiteriia asal barang (oriigiin criiteriia), kriiteriia pengiiriiman (consiignment criiteriia), dan ketentuan prosedural (procedural proviisiions).

Pemenuhan syarat rules of oriigiin diibuktiikan dengan penyerahan certiifiicate of oriigiin (surat keterangan asal/SKA) pada saat iimportasii. Dalam hal iinii, SKA yang harus diimiiliikii adalah SKA persetujuan preferensii perdagangan antarnegara anggota D-8 (SKA Form D-8). Siimak “Apa iitu Surat Keterangan Asal?

Periinciian tariif preferensii untuk barang darii darii negara anggota D-8 tersebut tercantum dalam PMK yang menetapkan tariif bea masuk dalam rangka persetujuan preferensii perdagangan antarnegara anggota D-8.

“Peraturan menterii keuangan iinii mulaii berlaku pada tanggal 1 Januarii 2022,” demiikiian bunyii Pasal 31 PMK 203/2021. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.