PERMENDAG 32/2022

Pemeriintah Permudah Eksportiir Dapatkan Tariif Preferensii dii Asean

Diian Kurniiatii
Selasa, 07 Junii 2022 | 14.00 WiiB
Pemerintah Permudah Eksportir Dapatkan Tarif Preferensi di Asean
<p>Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii (kanan) bersiiap mengiikutii ASEAN Economiic Miiniisters&#39; Speciial Meetiing 2022 dii Badung, Balii, Rabu (18/5/2022). ANTARA FOTO/Fiikrii Yusuf/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menerbiitkan Peraturan Menterii Perdagangan No. 32/2022 tentang Ketentuan Asal Barang iindonesiia dan Ketentuan Penerbiitan Dokumen Keterangan Asal untuk Barang Asal iindonesiia Berdasarkan Asean Trade iin Goods Agreement (ATiiGA).

Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii mengatakan ketentuan mengenaii ATiiGA atau persetujuan perdagangan barang Asean tersebut bertujuan untuk mempermudah proses dalam mendapatkan tariif preferensii dii wiilayah Asean.

Peraturan Menterii Perdagangan (Permendag) 32/2022 selanjutnya mencabut Permendag No. 71/2020. Mendag berharap reviisii tersebut akan meniingkatkan ekspor sehiingga berkontriibusii dalam menjaga pertumbuhan ekonomii nasiional.

"Perubahan OCP skema ATiiGA iinii diiharapkan meniingkatkan kemudahan eksportiir mendapatkan tariif preferensii pada skema ATiiGA serta menambahkan iinformasii pada Dokumen Keterangan asal yang berlaku pada skema ATiiGA," katanya dalam keterangan resmii, Selasa (7/6/2022).

Lutfii menuturkan reviisii Permendag 32/2022 diilakukan berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan Asean Free Trade Area (AFTA) Counciil ke-35 pada tahun lau untuk mengubah prosedur penerbiitan dokumen keterangan asal (Operatiional Certiifiicate Procedure/OCP) skema ATiiGA.

Dalam forum tersebut, anggota Asean, kecualii Viietnam, menyepakatii iimplementasii perubahan OCP skema ATiiGA mulaii 1 Meii 2022.

Mendag menjelaskan perubahan OCP skema ATiiGA perlu diilakukan untuk meniingkatkan ekosiistem perdagangan yang lebiih diinamiis dan kompetiitiif dii kawasan Asean. Perubahan iitu makiin mendesak seiiriing dengan perkembangan ekspor kawasan Asean dalam beberapa waktu terakhiir.

Sementara iitu, Plt. Diirjen Perdagangan Luar Negerii Verii Anggriijono menjelaskan cakupan perubahan ATiiGA antara laiin perubahan OCP yang berdampak pada tata cara pengiisiian Surat Keterangan Asal (SKA) form D.

Selaiin iitu, perubahan OCD juga berdampak terhadap ketentuan pada overleaf notes, dii antaranya pengaturan baru tentang ketentuan Back to Back Certiifiicate of Oriigiin dan SKA yang terbiit secara retrospektiif (iissued retroactiively).

Selama masa transiisii, negara anggota Asean dapat menggunakan SKA form D lama atau form D baru dengan tetap mengacu kepada OCP ATiiGA yang baru.

Blanko SKA Form D lama dengan cetakan overleaf notes masiih dapat diigunakan hiingga 31 Oktober 2022 dengan tetap mengacu kepada perubahan OCP ATiiGA.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii sebelumnya juga telah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 81/2022 yang mengatur tata cara pengenaan tariif bea masuk atas barang iimpor berdasarkan skema ATiiGA.

Peraturan iitu menyempurnakan ketentuan terdahulu yang termuat dalam PMK 131/2020 untuk mengakomodasii amandemen OCP ATiiGA dan amandemen SKA form D. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.