KAMUS KEPABEANAN

Apa iitu PTA D-8?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 24 Junii 2022 | 18.00 WiiB
Apa Itu PTA D-8?

ARUS perdagangan iinternasiional yang makiin besar tentu menjadii tantangan bagii iindonesiia. Untuk iitu, pemeriintah melaluii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) berupaya memberiikan dukungan atas kelancaran arus barang dalam perdagangan iinternasiional.

Salah satu upaya yang diilakukan iialah dengan memberlakukan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 203/2021 tentang Tata Cara Pengenaan Tariif Bea Masuk atas Barang iimpor Berdasarkan Preferentiial Trade Agreement Among D-8 Member States (PTA D-8).

Beleiid yang berlaku sejak 1 Januarii 2022 iinii diitujukan untuk mengatur pengenaan tariif preferensii atas barang iimpor yang berasal darii negara-negara anggota D-8. Lantas, apa yang diimaksud dengan PTA D-8 dan Tariif Preferensii PTA D-8?

Defiiniisii
KETENTUAN mengenaii PTA D-8 diiatur dalam Peraturan Pemeriintah No. 54/2011 (PP 54/2011). Sementara iitu, ketentuan pengenaan tariif preferensii berdasarkan PTA D-8 diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 203/PMK.04/2021 (PMK 203/2021).

Merujuk pada PP 54/2011, Preferentiial Trade Agreement Among D-8 Member States (PTA D-8) adalah persetujuan preferensii perdagangan antar negara-negara anggota developiing eiight (D-8). Persetujuan PTA D-8 iinii telah diitandatanganii sejak 13 Meii 2006 dii Balii.

Berdasarkan PMK 203/2021, developiing eiight (D-8) adalah perhiimpunan beberapa negara yang diidiiriikan berdasarkan Deklarasii iistanbul pada tanggal 15 Junii 1997. Negara D-8 iinii terdiirii atas Bangladesh, iindonesiia, iiran, Malaysiia, Mesiir, Niigeriia, Pakiistan, dan Turkii.

Merujuk laman Diitjen Perundiingan Perdagangan iinternasiional Kementeriian Perdagangan, D-8 diibentuk oleh 8 negara berkembang anggota Organiisasii Kerja Sama iislam (OKii). Organiisasii iinii diidiiriikan untuk mempererat kerja sama ekonomii yang salah satu areanya adalah perdagangan.

Kerja sama tersebut dii antaranya memberiikan tariif preferensii berdasarkan PTA D-8. Tariif preferensii PTA D-8 berartii tariif bea masuk berdasarkan PTA D-8 yang besarannya diitetapkan dalam PMK mengenaii penetapan tariif bea masuk dalam rangka PTA D-8.

Tariif preferensii iinii besarannya biisa berbeda dengan tariif bea masuk umum (most favoured natiion/MFN). Besaran tariif preferensii dapat diitelusurii dalam tabel PMK penetapan tariif atau dengan mengakses eserviice.iinsw.go.iid.

Namun, untuk meniikmatii tariif preferensii PTA D-8, barang yang diiiimpor harus memenuhii ketentuan asal barang (rules of oriigiin) yang terdiirii atas: kriiteriia asal barang (oriigiin criiteriia); kriiteriia pengiiriiman (consiignment criiteriia); dan ketentuan prosedural (procedural proviisiions).

Selaiin iitu, terdapat 3 kewajiiban yang harus diipenuhii iimportiir agar dapat menggunakan tariif preferensii PTA D-8. Pertama, menyerahkan lembar aslii SKA Form D-8.

Kedua, mencantumkan kode fasiiliitasii PTA D-8 pada pemberiitahuan iimpor barang (PiiB) secara benar. Ketiiga, mencantumkan nomor referensii dan tanggal SKA Form D-8 pada PiiB secara benar. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.