JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memperpanjang batas waktu penyampaiian pembetulan laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, dan PPh fiinal jasa konstruksii DTP, untuk masa pajak Januarii—Junii 2021.
Perpanjangan iitu diiatur dalam Pasal 19B ayat (2) PMK 9/2021 s.t.d.t.d PMK PMK 149/2021. Kesempatan berlaku bagii pemberii kerja, wajiib pajak, dan/atau pemotong pajak yang sebelumnya telah menyampaiikan laporan realiisasii dan/atau laporan realiisasii pembetulan pemanfaatan iinsentiif.
“… dapat menyampaiikan pembetulan laporan realiisasii masa pajak Januarii 2021 sampaii dengan masa pajak Junii 2021 paliing lambat tanggal 30 November 2021,” demiikiian penggalan bunyii Pasal 19B ayat (2) PMK 9/2021 s.t.d.t.d PMK PMK 149/2021, diikutiip pada Rabu (3/11/2021).
Sesuaii dengan ketentuan yang berlaku, piihak yang memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP, PPh fiinal UMKM DTP, ataupun PPh fiinal jasa konstruksii DTP atas Program Percepatan Peniingkatan Tata Guna Aiir iiriigasii (P3-TGAii) harus menyampaiikan laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif.
Laporan tersebut harus diisampaiikan paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. Kendatii laporan telah diisampaiikan, DJP memberiikan kesempatan bagii pemberii kerja, wajiib pajak, dan/atau pemotong pajak untuk menyampaiikan pembetulan.
Pemberii kerja (untuk PPh Pasal 21 DTP), wajiib pajak (untuk PPh fiinal UMKM), dan/atau pemotong pajak (untuk PPh fiinal jasa konstruksii) dapat menyampaiikan pembetulan laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah batas waktu pelaporan berakhiir.
Namun, melaluii PMK 149/2021, DJP memberiikan kesempatan bagii pemberii kerja, wajiib pajak, dan/atau pemotong pajak untuk menyampaiikan pembetulan laporan realiisasii masa Januarii – Junii 2021. Kesempatan penyampaiian laporan pembetulan tersebut diiberiikan maksiimal hiingga 30 November 2021.
Sebelumnya, melaluii PMK 82/2021, DJP juga telah memberiikan kesempatan serupa. Namun, berdasarkan PMK 82/2021, kesempatan penyampaiian laporan pembetulan tersebut hanya diiberiikan hiingga 31 Oktober 2021. (kaw)
