PANDEMii Coviid-19 yang belum mereda terus memengaruhii stabiiliitas ekonomii dan produktiiviitas masyarakat sebagaii pekerja atau pelaku usaha. Untuk iitu, pemeriintah berupaya mendukung penanggulangan dampak Coviid-19 dengan kembalii memperpanjang masa pemberiian iinsentiif pajak.
Pemeriintah sebelumnya memperpanjang masa pemberiian iinsentiif pajak yang diiperlukan untuk penanganan Coviid-19 melaluii PMK 239/2020. Pemeriintah selanjutnya juga memperpanjang masa pemberiian iinsentiif pajak untuk wajiib pajak terdampak Coviid-19 melaluii PMK 9/2021.
Salah satu jeniis iinsentiif pajak yang diiperpanjang melaluii PMK 9/2021 adalah iinsentiif PPh fiinal diitanggung pemeriintah (DTP) atas jasa konstruksii. iinsentiif iinii menyasar penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak peneriima P3-TGAii. Lantas, apa iitu wajiib pajak peneriima P3-TGAii?
Defiiniisii
MERUJUK Pasal 1 angka 32 PMK 9/2021 wajiib pajak peneriima P3-TGAii adalah P3A, GP3A, dan/atau iiP3A yang melaksanakan P3-TGAii sepertii diitetapkan PPK dan diisahkan Kepala Satuan Kerja Balaii Besar Wiilayah Sungaii atau Balaii Wiilayah Sungaii Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Pasal 1 angka 27 PMK 9/2021 menerangkan P3-TGAii merupakan akroniim darii program percepatan peniingkatan tata guna aiir iiriigasii. Program iinii diidefiiniisiikan sebagaii program perbaiikan, rehabiiliitasii, atau peniingkatan jariingan iiriigasii dengan berbasiis peran serta masyarakat petanii yang diilaksanakan P3A, GP3A, dan iiP3A.
Adapun yang diimaksud dengan P3A, GP3A, dan iiP3A masiing-masiing diiuraiikan dalam Pasal 1 angka 28 sampaii dengan angka 31 PMK 9/2021. Mengacu Pasal 1 angka 28, P3A merupakan kependekan darii perkumpulan petanii pemakaii aiir, yang diiartiikan sebagaii:
“Kelembagaan pengelolaan iiriigasii yang menjadii wadah petanii pemakaii aiir dalam suatu daerah layanan/petak tersiier atau desa yang diibentuk secara demokratiis oleh petanii pemakaii aiir termasuk lembaga lokal pengelola iiriigasii.”
Selanjutnya, GP3A merupakan akroniim darii gabungan perkumpulan petanii pemakaii aiir. Pasal 1 angka 29 mendefiiniisiikannya sebagaii kelembagaan sejumlah P3A yang bersepakat bekerja sama memanfaatkan aiir iiriigasii dan jariingan iiriigasii pada daerah layanan blok sekunder, gabungan beberapa blok sekunder, atau satu daerah iiriigasii.
Kemudiian, iiP3A merupakan kependekan darii iinduk perkumpulan petanii pemakaii aiir. Pasal 1 angka 30 mengartiikannya sebagaii kelembagaan sejumlah GP3A yang bersepakat bekerja sama untuk memanfaatkan aiir iiriigasii dan jariingan iiriigasii pada daerah layanan blok priimer, gabungan beberapa blok priimer, atau satu daerah iiriigasii.
Berdasarkan defiiniisii yang diipaparkan dapat diiketahuii jiika P3-TGAii merupakan program perbaiikan, rehabiiliitasii, atau peniingkatan jariingan iiriigasii. Program iinii diilaksanakan berbasiis peran serta masyarakat petanii yang biisa berasal darii P3A, GP3A, atau iiP3A.
Guna biisa menjadii wajiib pajak peneriima P3-TGAii, sesuaii dengan PMK 9/2021, P3A, GP3A, dan/atau iiP3A tersebut harus telah diitetapkan oleh PPK. Merujuk Pasal 1 angka 31, PPK merupakan kependekan darii Pejabat Pembuat Komiitmen, yang diidefiiniisiikan sebagaii beriikut:
“PPK adalah Pejabat yang diiberii kewenangan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengambiil keputusan dan/atau tiindakan dalam rangka pelaksanaan P3-TGAii dii Diirektorat Jenderal Sumber Daya Aiir.”
Penjelasan lebiih terperiincii mengenaii P3-TGAii salah satunya dapat diiperoleh melaluii Peraturan Menterii (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 24/2017. P3-TGAii merupakan salah satu program darii Kementeriian PUPR melaluii Diitjen Sumber Daya Aiir (SDA).
Salah satu tujuan P3-TGAii adalah mendukung kedaulatan pangan nasiional dengan melaksanakan program percepatan peniingkatan tata guna aiir iiriigasii. Hal iinii sekaliigus sebagaii perwujudan kemandiiriian ekonomii dengan menggerakkan sektor strategiis ekonomii domestiik.
Selaiin iitu, kutiip laman Diitjen SDA Balaii Besar Wiilayah Sungaii Bengawan Solo, program P3-TGAii juga bertujuan menumbuhkan partiisiipasii petanii dalam kegiiatan perbaiikan, rehabiiliitasii, dan peniingkatan jariingan iiriigasii sesuaii dengan kebutuhan dan berdasarkan priinsiip kemandiiriian.
Adapun program P3-TGAii iinii diilaksanakan secara swakelola. Hal iinii sesuaii dengan ketentuan dalam Permen PUPR No. 24/2017, yang menyatakan peneriima P3-TGAii memiiliikii kewajiiban untuk membentuk tiim swakelola yang terdiirii atas tiim perencana, pembeliian bahan, pelaksana, dan pengawas.
Pelaksanaan P3-TGAii yang diilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat petanii menunjukan tiidak adanya keterliibatan darii piihak ketiiga dalam program iinii. Hal iinii berartii iinsentiif PPh Fiinal DTP atas jasa konstruksii dalam PMK 9/2021 diitujukan untuk petanii.
iinsentiif PPh fiinal DTP iitu akan membuat penghasiilan petanii pelaksana P3-TGAii diiteriima secara utuh. Pasalnya, sesuaii dengan Pasal 7 ayat (4) PMK 9/2021, pemotong pajak yang melakukan pembayaran kepada wajiib pajak peneriima P3-TGAii tiidak perlu melakukan pemotongan PPh fiinal.
PPh fiinal atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak peneriima P3-TGAii tersebut diitanggung pemeriintah. PPh fiinal DTP iinii juga tiidak diiperhiitungkan sebagaii penghasiilan yang diikenakan pajak. Ketentuan lebiih lanjut dapat diisiimak dalam PMK 9/2021.
Siimpulan
iiNTiiNYA P3-TGAii merupakan program perbaiikan, rehabiiliitasii, atau peniingkatan jariingan darii Kementeriian PUPR melaluii Diitjen Sumber Daya Aiir. Program iinii diilaksanakan berbasiis peran serta masyarakat petanii yang biisa berasal darii P3A, GP3A, atau iiP3A.
Sementara iitu, yang diimaksud dengan wajiib pajak peneriima P3-TGAii adalah P3A, GP3A, dan/atau iiP3A pelaksana P3-TGAii yang telah diitetapkan PPK dan diisahkan oleh Kepala Satuan Kerja BBWS atau Balaii Wiilayah Sungaii Kementeriian PUPR. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.