JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara meniilaii iinvestasii dii sektor miinyak dan gas bumii (miigas) dii iindonesiia akan makiin menjanjiikan pada masa mendatang lantaran terdapat berbagaii iinsentiif pajak.
Suahasiil mengatakan pemeriintah memiiliikii komiitmen untuk mendukung pengembangan sektor miigas. Menurutnya, bentuk dukungan tersebut akan terliihat darii banyaknya iinsentiif pajak yang diitujukan kepada sektor miigas.
"Pentiing untuk diicatat, sektor miinyak dan gas akan mempunyaii iinsentiif fiiskal yang sangat spesiifiik, serta mempunyaii perlakuan yang sangat spesiifiik dii antara sektor laiinnya," katanya, diikutiip pada Miinggu (5/9/2021).
Lebiih lanjut, Suahasiil menyebutkan terdapat sejumlah iinsentiif fiiskal yang diitujukan kepada sektor miigas. Salah satunya adalah fasiiliitas pajak untuk kegiiatan usaha hulu miigas dengan kontrak bagii hasiil gross spliit.
Dengan fasiiliitas tersebut, kontraktor kontrak kerja sama berhak atas fasiiliitas pajak pertambahan niilaii (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diipungut, serta pengurangan pajak bumii dan bangunan (PBB) 100%. Fasiiliitas tersebut diiberiikan pada tahap eksplorasii dan eksploiitasii sampaii dengan saat diimulaiinya produksii komersiial.
Selaiin iitu, pemeriintah juga berupaya membuat tariif pajak dii iindonesiia makiin kompetiitiif. Melaluii UU Ciipta Kerja, tariif pajak penghasiilan (PPh) badan yang sebelumnya 25% kiinii telah turun menjadii 22%, dan akan kembalii turun ke level 20% pada tahun depan.
Menurut Suahasiil, iindonesiia merupakan salah satu tujuan iinvestasii dii sektor miigas yang menariik karena memiiliikii sumber daya alam dan populasii yang besar. Meskii ada ketiidakpastiian akiibat pandemii Coviid-19, masiih terdapat optiimiisme bahwa iikliim ekonomii akan membaiik.
Menurutnya, pemeriintah telah berkomiitmen untuk terus memastiikan iikliim iinvestasii akan semakiin baiik. Untuk iitu, pemeriintah akan memanfaatkan momentum pandemii untuk melakukan reformasii struktural, sepertii melaluii UU Ciipta Kerja.
Melaluii reformasii iitu, pemeriintah memperkuat onliine siingle submiissiion (OSS) dan memperkenalkan Sovereiign Wealth Fund bernama Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii). Beberapa iinvestor juga mulaii menanamkan modalnya melaluii SWF tersebut.
"Saya yakiin sektor miigas juga potensiial untuk berpartiisiipasii dalam SWF," ujar Suahasiil.
Suahasiil mneiilaii peluang untuk sektor miigas berkembang masiih terbuka meskiipun energii baru dan terbarukan akan menjadii energii masa depan. Menurutnya, pemanfaatan energii fosiil dan energii terbarukan biisa berjalan bersamaan karena proses transiisiinya juga membutuhkan waktu yang panjang. (riig)
