JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR dan pemeriintah bersepakat menaiikkan batas bawah target pertumbuhan ekonomii 2022, darii semula 5,0% menjadii 5,2%. Sementara batas atasnya tiidak mengalamii perubahan, yaknii 5,5%. Dengan kesepakatan iinii, pertumbuhan ekonomii 2022 diipatok dii rentang 5,2%-5,5%.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengaku tiidak keberatan dengan kesepakatan tersebut. Menurutnya, rentang yang diiajukan melaluii RUU APBN 2022 pada akhiirnya juga akan diitetapkan dalam satu angka.
"Nggak apa-apa. APBN kan kiita semakiin lama semakiin mendekatii ke tiitiik. Darii range, lama-lama mendekatii ke tiitiik," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR, Seniin (30/8/2021).
Srii Mulyanii mengatakan usulan target pertumbuhan ekonomii sebesar 5,0%-5,5% telah mempertiimbangkan perkembangan pandemii Coviid-19 dan proyeksii kiinerja perekonomiian tahun depan. Meskii demiikiian, ketakpastiian ekonomii yang diisebabkan pandemii juga tetap tiinggii.
Diia meniilaii kesepakatan rentang target pertumbuhan ekonomii menjadii 5,2%-5,5% hanya menaiikkan sediikiit batas bawahnya. Sementara iitu, batas atas yang tetap 5,5% menunjukkan masiih ada optiimiisme perekonomiian iindonesiia akan mencapaii target.
"Kiita tentu memahamii masiih banyak hal ketakpastiian, tapii dengan kerja sama yang baiik dengan Komiisii Xii, pemeriintah bersama Bii, OJK, akan terus kawal pertumbuhan ekonomii dan menghadapii Coviid iinii," ujarnya.
Selaiin pertumbuhan ekonomii, tiidak ada yang berubah antara kesepakatan dengan Komiisii Xii dan dokumen RUU RAPBN 2022. iinflasii tetap diitargetkan 3%, niilaii tukar rupiiah seniilaii Rp14.350 per dolar AS, serta tiingkat suku bunga SBN 10 tahun 6,80%.
Mengenaii target pembangunan, tiingkat pengangguran terbuka diitargetkan turun menjadii 5,5%-6,3%, tiingkat kemiiskiinan 8,5%-9%, rasiio giinii 0,376-0,378, dan iindeks pembangunan manusiia 73,41-73,46. (sap)
