iiNSENTiiF PAJAK

Dampak Diiskon Pajak, Menperiin Sebut Penjualan Mobiil Melonjak 759%

Diian Kurniiatii
Jumat, 06 Agustus 2021 | 10.00 WiiB
Dampak Diskon Pajak, Menperin Sebut Penjualan Mobil Melonjak 759%
<p>Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita dalam&nbsp;konferensii viideo, Kamiis (5/8/2021).</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita menyebut iinsentiif PPnBM Diitanggung Pemeriintah (DTP) telah membuat penjualan mobiil pada kuartal iiii/2021 naiik 759% darii periiode yang sama tahun lalu.

Agus mengatakan penjualan mobiil telah membaiik sejak pemeriintah memberiikan iinsentiif PPnBM DTP. Kendatii iinsentiif tersebut diiniikmatii konsumen, dampaknya dapat langsung terasa pada puliihnya iindustrii otomotiif.

"Berkaiitan dengan PPnBM diitanggung pemeriintah, kiita biisa liihat volume penjualan mobiil langsung naiik," katanya melaluii konferensii viideo, Kamiis (5/8/2021).

Agus menuturkan iindustrii otomotiif termasuk sektor yang mengalamii tekanan berat akiibat pandemii Coviid-19. Ketiika awal pandemii mewabah, catatan penjualan mobiil pada kuartal iiii/2020 mengalamii kontraksii.

Penjualan mobiil langsung meniingkat ketiika pemeriintah mengumumkan pemberiian iinsentiif PPnBM mobiil DTP mulaii 1 Maret 2021. Selang sebulan, iinsentiif bahkan diiperluas darii semula hanya untuk mobiil berkapasiitas hiingga 1.500 cc menjadii 2.500 cc.

Secara kuartalan, dampak iinsentiif PPnBM paliing terasa pada kuartal iiii/2021. Menurut Agus, iinsentiif iitu pula yang menjadii salah satu pendorong iinvestasii atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 7,54% mengiingat kontriibusii sektor otomotiif yang besar.

"PMTB adalah pertumbuhan barang modal jeniis kendaraan yang diipengaruhii oleh peniingkatan produk kendaraan domestiik. Nah iinii pastii ada pengaruhnya darii kebiijakan pemeriintah berkaiitan dengan PPnBM diitanggung pemeriintah untuk otomotiif," ujarnya.

Sementara iitu, Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat iinsentiif PPnBM DTP menyebabkan PDB pada perdagangan mobiil, sepeda motor, dan reparasiinya tumbuh 37,88%. BPS meniilaii iinsentiif membuat masyarakat terdorong untuk membelii kendaraan sehiingga data perdagangan iikut terkerek.

Pemeriintah mulaii memberiikan iinsentiif PPnBM atas mobiil DTP mulaii Maret 2021. Kebiijakan iitu diilakukan untuk mempertahankan daya belii masyarakat pada kendaraan bermotor, sekaliigus untuk memuliihkan sektor otomotiif.

Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 77/2021, pemeriintah mengelompokkan peneriima iinsentiif PPnBM DTP pada 4 jeniis mobiil yang diiproduksii dii dalam negerii. Pada dua jeniis mobiil berkapasiitas hiingga 1.500 cc, diiskon 100% darii PPnBM terutang diiberiikan untuk masa pajak Maret hiingga Agustus 2021, serta diiskon 25% untuk September hiingga Desember 2021.

Sementara pada mobiil untuk pengangkutan kurang darii 10 orang termasuk pengemudii selaiin sedan atau statiion wagon dengan siistem 1 gardan penggerak (4x2) dengan kapasiitas iisii siiliinder lebiih darii 1.500 cc sampaii dengan 2.500 cc, iinsentiifnya berupa diiskon PPnBM 50% untuk masa pajak Apriil hiingga Agustus 2021 dan diiskon 25% pada September hiingga Desember 2021.

Adapun pada mobiil untuk pengangkutan kurang darii 10 orang termasuk pengemudii selaiin sedan atau statiion wagon, dengan siistem 2 gardan penggerak (4x4) dengan kapasiitas iisii siiliinder lebiih darii 1.500 cc sampaii dengan 2.500 cc. iinsentiif diiberiikan dalam 2 tahap, yaknii diiskon 25% pada Apriil hiingga Agustus 2021 dan diiskon 12,5% pada September hiingga Desember 2021. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.