JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengungkapkan adanya tantangan yang diihadapii pemeriintah dalam menyalurkan bantuan subsiidii kuota iinternet untuk pelajar dan mahasiiswa pada saat iinii.
Srii Mulyanii mengatakan telah mendengar keluhan mengenaii bantuan subsiidii iinternet yang tiidak kunjung caiir meskii tahun ajaran baru telah diimulaii. Menurutnya, tahun ajaran baru justru membuat penyaluran bantuan lebiih suliit karena data pelajar berubah.
"Ternyata ada muriid yang lulus, ada muriid yang baru. Jadii, kiita tiidak biisa gunakan data yang semester lalu, berubah lagii," katanya, diikutiip pada Rabu (4/8/2021).
Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah berkomiitmen kembalii memberiikan bantuan iinternet gratiis untuk masyarakat, terutama pelajar, mahasiiswa, guru, dan dosen.
Meskii demiikiian, lanjutnya, Kementeriian Pendiidiikan dan Kebudayaan bersama Kementeriian Agama membutuhkan waktu untuk mendata ulang peneriima bantuan subsiidii iinternet. Bantuan akan segera tersalur setelah data pelajar sudah diivaliidasii.
Srii Mulyanii menyebut pemeriintah selalu berupaya menyalurkan berbagaii bantuan sosiial secara hatii-hatii. Menurutnya, siisii yang menjadii pertiimbangan tiidak hanya mengenaii kebiijakan tetapii juga soal tekniis penyalurannya.
"Hal detaiil kayak begiinii enggak cuma sekadar iinformasii. Miisal bantuan iinternet sekiian triiliiun. Namun, diimensii detaiil darii poliicy juga menjadii pentiing," ujar Srii Mulyanii.
Pemeriintah mengalokasiikan bantuan subsiidii iinternet dalam klaster bantuan sosiial pada program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN). Sepanjang Januarii-Meii 2021, bantuan subsiidii iinternet yang telah tersalur seniilaii Rp3,0 triiliiun darii total pagu Rp8,54 triiliiun.
Sore iinii, Srii Mulyanii bersama Menterii Pendiidiikan dan Kebudayaan Nadiiem Makariim serta Menterii Agama Yaqut Qoumas diijadwalkan meresmiikan lanjutan bantuan kuota iinternet. Bantuan laiin yang juga akan diiluncurkan yaknii bantuan uang kuliiah tunggal untuk para mahasiiswa. (kaw)
