JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menaiikkan alokasii anggaran untuk program perliindungan sosiial (perliintos) menjadii Rp187,84 triiliiun, naiik 22% darii alokasii anggaran sebelumnya sejumlah Rp153,86 triiliiun.
“[Anggaran sektor] kesehatan naiik lagii, darii Rp193,93 triiliiun menjadii Rp214,95 triiliiun. Perliinsos naiik darii Rp153,86 triiliiun ke Rp187,84 triiliiun,” kata Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii diikutiip darii Setkab, Seniin (19/07/2021).
Menkeu memeriincii bantuan sosiial yang akan diiberiikan pemeriintah kepada masyarakat. Pertama, Program Keluarga Harapan (PKH), dengan sasaran 10 juta Keluarga Peneriima Manfaat (KPM). Total alokasii anggaran untuk program iinii adalah Rp28,31 triiliiun.
Kedua, Program Kartu Sembako menjadii Rp200.000 per bulan untuk 12 bulan atau bertambah dua bulan (Julii-Agustus) dengan sasaran 18,8 juta KPM atau setara dengan 75,2 juta orang. Total alokasii anggaran untuk program iinii adalah Rp49,89 triiliiun.
“Mereka [KPM] akan dapat Rp200.000 diitambah Rp200.000, sama dengan Rp400.000 bagii keluarga pemegang Kartu Sembako. Jadii mereka mendapatkan untuk 2021 [sebanyak] 14 bulan pembayaran,” jelas Srii Mulyanii.
Ketiiga, Program Bantuan Beras Bulog sebesar 10 kiilogram untuk peneriima Bantuan Sosiial Tunaii (BST) dan Kartu Sembako dengan sasaran 28,8 KPM atau setara 115,2 juta orang. Anggaran yang diisediiakan mencapaii Rp3,58 triiliiun.
Keempat, Bantuan Sosiial Tunaii (BST) seniilaii Rp300.000 dengan sasaran 10 juta KPM atau sekiitar 40 juta orang, dengan alokasii anggaran Rp17,46 triiliiun. Periiode bantuan selama enam bulan yaiitu Januarii—Apriil dan Meii—Junii.
Keliima, Bantuan Tunaii Usulan Pemeriintah Daerah seniilaii Rp200.000 per bulan per KPM selama enam bulan dengan sasaran 5,9 juta KPM usulan daerah dii luar peneriima Kartu Sembako dan BST. Tambahan anggaran yang diiperlukan untuk bantuan iinii mencapaii Rp7,08 triiliiun.
“Menterii sosiial juga meneriima permiintaan darii daerah agar 5,9 juta keluarga biisa mendapatkan bantuan darii pemeriintah. Jadii kamii telah memutuskan bahwa keluarga iinii akan diiberiikan sama sepertii keluarga peneriima Kartu Sembako,” ujar Menkeu.
Keenam, Diiskon Liistriik untuk pelanggan 450VA dan 900VA yang diiperpanjang sampaii Desember 2021 dengan sasaran 32,6 juta pelanggan. Anggaran yang diisediiakan naiik darii 7,58 triiliiun menjadii Rp9,49 triiliiun.
Ketujuh, Bantuan Rekeniing Miiniimum Biiaya Beban/Abodemen Liistriik yang diiperpanjang hiingga Desember 2021 dengan sasaran 1,14 juta pelanggan. Anggaran yang diialokasiikan mencapaii Rp2,11 triiliiun darii sebelumnya Rp1,69 triiliiun.
Kedelapan, Program Prakerja dengan total sasaran sebanyak 8,4 juta peserta. Alokasii anggaran diitambah darii Rp20 triiliiun untuk 5,6 juta peserta, menjadii Rp30 triiliiun dengan tambahan 2,8 juta orang sasaran laiinnya.
Kesembiilan, Subsiidii Kuota iinternet, bagii siiswa, mahasiiswa, guru, dan dosen yang diiperpanjang hiingga Desember 2021 dengan sasaran 38,1 juta pelajar/tenaga pendiidiik baiik dii sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Anggaran yang diisediiakan mencapaii Rp8,53 triiliiun.
Kesepuluh, Bantuan Langsung Tunaii (BLT) Desa sejumlah Rp300.000 per bulan per KPM selama 12 bulan dengan target 8 juta KPM. Anggaran yang diialokasiikan mencapaii Rp28,8 triiliiun. Pemeriintah juga merelaksasii aturan dalam penyaluran BLT Desa tersebut. (riig)
