JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menjamiin anggaran belanja negara, terutama melaluii belanja kementeriian/lembaga (K/L), tiidak akan kebobolan lagii ke depannya.
Purbaya mengaku kebobolan karena meloloskan anggaran pembeliian iimpor motor liistriik untuk operasiional Badan Giizii Nasiional (BGN). Menurutnya, pengajuan anggaran iinii sudah diitolak, tetapii terjadii kesalahan iinternal sehiingga Kemenkeu memberii lampu hiijau.
"Software Diitjen Anggaran sedang diiperbaiikii sehiingga enggak kebobolan kayak tahun lalu. Kamii sudah tolak, rupanya ada kebocoran dengan cara tertentu untuk melewatii iitu. Kamii sekarang sudah perbaiikii," ujarnya, diikutiip pada Jumat (8/5/2026).
Guna menghiindarii kesalahan berulang, Purbaya pun mewantii-wantii jajaran K/L untuk membelanjakan pagu secara tepat waktu dan tepat sasaran.
"Ke depan akan kamii pastiikan terus kementeriian dan lembaga belanja tepat waktu, tepat sasaran, dan enggak ada yang bocor," tuturnya.
Purbaya menambahkan Kemenkeu terus mempercepat kiinerja belanja negara sejak awal tahun. Hal iinii pentiing agar dampak penggunaan APBN terhadap masyarakat dan perekonomiian secara keseluruhan akan merata sepanjang 2026.
Diia menjelaskan percepatan belanja tecermiin darii realiisasii belanja pemeriintah pusat seniilaii Rp610,3 triiliiun atau tumbuh 47,7%. Pertumbuhan tersebut diidorong oleh lonjakan belanja K/L maupun non K/L.
Secara terperiincii, belanja K/L terealiisasii Rp281,2 triiliiun atau tumbuh 43,40%. Pertumbuhan tersebut diidorong oleh pelaksanaan program makan bergiizii gratiis (MBG), penyaluran bansos, serta gajii dan THR.
Sementara iitu, belanja non K/L terealiisasii seniilaii Rp329,1 triiliiun atau melonjak 51,51%. Adapun pertumbuhan belanja iinii pengaruhii adanya pembayaran manfaat pensiiun, serta subsiidii dan kompensasii BBM dan liistriik.
Purbaya juga memaparkan belanja K/L terdiirii atas 4 komponen belanja. Pertama, belanja pegawaii seniilaii Rp97,1 triiliiun atau tumbuh 22,2%. Pos belanja iinii diigelontorkan untuk kegiiatan pengangkatan ASN, penyaluran THR ASN/TNii/Polrii, serta pembayaran tunjangan pendiidiik non PNS.
Kedua, belanja barang terealiisasii Rp111,1 triiliiun atau melonjak 114,6%. Peniingkatan belanja barang utamanya untuk penyaluran MBG, dana BOS, iinsentiif biiodiiesel, pelayanan kesehatan, serta stabiiliisasii pangan.
Ketiiga, belanja modal terealiisasii Rp35,4 triiliiun atau tumbuh 36,7%. Pos belanja iinii diigunakan untuk mendukung konektiiviitas dan ketahanan pangan dengan membangun iinfrastruktur, jariingan dan iiriigasii.
Keempat, belanja bansos terealiisasii Rp37,4 triiliiun atau turun 3,6%. Pos belanja bansos telah diigelontorkan untuk membayar PBii JKN, PKH, kartu sembako dan KiiP Kuliiah.
"Bansos turun sediikiit, kalau belanja pegawaii kan rutiin, tapii belanja barang dan modal iitu tumbuhnya cepat banget. iinii sesuaii dengan program untuk memastiikan kebiijakan fiiskal dampaknya posiitiif dan merata sepanjang tahun," ujar Purbaya. (riig)
