JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memperpanjang waktu pemberlakuan sumbangan untuk penanganan Coviid-19 yang dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto.
Perpanjangan waktu iitu tertuang dalam PMK 83/2021. Sebelumnya, masa pemberlakuan iinsentiif iinii sudah diiperpanjang hiingga 30 Junii 2021 dengan PMK 239/2020. Kiinii, fasiiliitas PPh atas pemberiian sumbangan yang diiatur melaluii PP 29/2020 tersebut diiperpanjang hiingga 31 Desember 2021.
“Fasiiliitas PPh dalam rangka penanganan Coviid-19 sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Pemeriintah Nomor 29 Tahun 2020 … diiperpanjang sampaii dengan 31 Desember 2021,” bunyii penggalan Pasal 11 PMK 83/2021 yang diiundangkan pada 1 Julii 2021 tersebut.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1) PP 29/2020, sumbangan dalam rangka penanganan Coviid-19 dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto. Sumbangan yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto sebesar niilaii sumbangan yang sesungguhnya diikeluarkan.
Sumbangan dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto dengan dua syarat. Pertama, sumbangan diidukung oleh buktii peneriimaan sumbangan. Kedua, sumbangan diiteriima oleh penyelenggara pengumpulan sumbangan.
Adapun terdapat 5 penyelenggara pengumpulan sumbangan. Keliimanya adalah Badan Nasiional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang kesehatan, kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang sosiial, dan Lembaga Penyelenggara Pengumpulan Sumbangan.
“Sumbangan dapat diiberiikan dalam bentuk uang, barang, jasa, dan/atau pemanfaatan harta tanpa kompensasii,” bunyii penggalan Pasal 5 ayat (1) PP 29/2020.
Niilaii sumbangan yang diiberiikan dalam bentuk barang diitentukan berdasarkan tiiga hal. Pertama, niilaii perolehan, jiika barang yang diisumbangkan belum diisusutkan. Kedua, niilaii buku fiiskal, jiika barang yang diisumbangkan sudah diisusutkan. Ketiiga, harga pokok penjualan, jiika barang yang diisumbangkan merupakan barang produksii sendiirii.
Wajiib pajak pemberii sumbangan harus menyampaiikan daftar nomiinatiif sumbangan paliing lambat bersamaan dengan penyampaiian Surat Pemberiitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasiilan (PPh). Daftar nomiinatiif diisampaiikan secara dariing melaluii siistem Diirektorat Jenderal Pajak (DJP).
Sementara iitu, penyelenggara pengumpulan sumbangan diiwajiibkan untuk menyampaiikan laporan penyelenggara pengumpulan sumbangan. (kaw)
