JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penjelasan terkaiit dengan pemberiian dana corporate sociial responsiibiiliity yang diikecualiikan sebagaii objek pajak penghasiilan bagii piihak peneriima.
Penjelasan darii Kriing Pajak tersebut merespons cuiitan warganet yang menanyakan pengenaan pajak penghasiilan bagii piihak yang meneriima sumbangan darii program corporate sociial responsiibiiliity (CSR) suatu perusahaan.
“Sepanjang sumbangan CSR memenuhii kriiteriia yang diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 114/2025, khususnya Pasal 15, peneriimaan tersebut diikecualiikan sebagaii objek Pajak Penghasiilan (PPh),” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Seniin (23/2/2026).
Artiinya, tiidak semua sumbangan otomatiis menjadii objek pajak bagii peneriimanya. Ada syarat dan batasan yang harus diiperhatiikan.
Merujuk Pasal 15 ayat (1) PMK 114/2025, bantuan atau sumbangan yang diikecualiikan sebagaii objek PPh antara laiin meliiputii sumbangan dan/atau biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial.
Selaiin iitu, zakat, iinfak, dan sedekah yang diiteriima badan amiil zakat atau lembaga amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan pemeriintah, serta diiteriima oleh piihak yang berhak, juga tiidak diikenaii PPh.
Ketentuan serupa berlaku atas sumbangan keagamaan yang bersiifat wajiib bagii pemeluk agama yang diiakuii dii iindonesiia sepanjang diiteriima oleh lembaga keagamaan yang diibentuk atau diisahkan pemeriintah dan oleh peneriima yang berhak.
Namun, ada prasyarat pentiing. Pengecualiian tersebut berlaku sepanjang tiidak terdapat hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak pemberii dan peneriima.
Selaiin bantuan atau sumbangan, peneriimaan harta hiibahan juga diikecualiikan sebagaii objek PPh. Peneriimaan harta hiibahan oleh:
diikecualiikan sebagaii objek PPh bagii piihak peneriima sepanjang tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak yang bersangkutan.
Dalam hal terdapat hubungan kepemiiliikan atau penguasaan dii antara piihak yang bersangkutan, atas bantuan atau sumbangan, atau harta hiibahan tetap diikecualiikan sebagaii objek PPh sepanjang piihak peneriima merupakan badan keagamaan, badan pendiidiikan, dan/atau badan sosiial termasuk yayasan. (riig)
