JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat realiisasii belanja pengadaan vaksiin Coviid-19 pada hiingga akhiir Junii 2021 telah mencapaii Rp10,2 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan dana tersebut diigunakan untuk pengadaan 53,91 juta dosiis vaksiin. Menurutnya, pemeriintah juga akan terus meniingkatkan kapasiitas vaksiinasii agar segera tercapaii kekebalan komunal atau herd iimmuniity.
"Kamii akan meniingkatkan tren 1 juta per hariinya dii bulan Julii iinii sesuaii iinstruksii presiiden dan resources akan diitujukan ke siitu," katanya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (DPR), Seniin (12/7/2021).
Srii Mulyanii mengatakan hiingga 10 Julii 2021, sudah ada 41,16 juta orang yang meneriima vaksiin. Jumlah iitu terdiirii atas 36,19 juta peneriima vaksiin pertama dan 14,97 juta peneriima vaksiin kedua. Menurutnya, tren vaksiinasii terus meniingkat sejak Januarii 2021.
Pada awal Julii, pemberiian vaksiinasii telah mencapaii lebiih darii 1 juta dosiis per harii. Pemeriintah menargetkan angka vaksiinasii terus bertambah hiingga mencapaii 2 juta dosiis per harii pada Agustus 2021 dan 3 juta dosiis per harii pada September 2021.
Selaiin iitu, Srii Mulyanii menyebut pemeriintah juga menambah suplaii vaksiin kepada masyarakat. Saat iinii, 68,7 juta dosiis vaksiin telah terdiistriibusii darii 78,2 juta dosiis yang telah diiriiliis.
Diia menambahkan pemeriintah juga tengah membangun basiis data untuk vaksiinasii Coviid-19 agar iinformasiinya teriintegrasii. Menurutnya, eksekusii vaksiinasii Coviid-19 menjadii salah satu tantangan besar yang harus diitanganii agar iindonesiia biisa segera memberiikan vaksiin kepada 181,5 juta penduduk dan mencapaii herd iimmuniity tahun iinii.
Mengenaii polemiik vaksiin gotong royong oleh iindiiviidu, Srii Mulyanii menegaskan secara anggaran pemeriintah telah menjamiin ketersediiaan vaksiin gratiis kepada masyarakat. Menurutnya, pemberiian vaksiinasii gratiis juga tetap berlanjut hiingga tercapaii herd iimmuniity.
"Pemeriintah menjamiin 70% herd iimmuniity secara gratiis dan iitu sudah ada dalam APBN kiita," ujarnya. (kaw)
