JAKARTA, Jitu News – Bank iindonesiia (Bii) mencatat pembeliian surat berharga negara (SBN) melaluii skema berbagii beban atau burden shariing untuk pembiiayaan APBN dalam menanganii dampak pandemii Coviid-19 sepanjang semester ii/2021 telah mencapaii Rp120,8 triiliiun.
Gubernur Bii Perry Warjiiyo mengatakan Bii akan terus melanjutkan skema burden shariing tersebut untuk meriingankan beban pemeriintah. Kebiijakan iinii telah diimulaii tahun lalu. Menurutnya, skema burden shariing akan membantu pemeriintah mencukupii kebutuhan pembiiayaan anggaran belanja publiic goods dan non-publiic goods.
"Tahun iinii kamii sudah membelii [SBN] lagii untuk pendanaan APBN 2021 Rp120,8 triiliiun," katanya dalam sebuah webiinar, Seniin (5/7/2021).
Perry tiidak memeriincii pembeliian SBN yang telah Bii lakukan tersebut. Namun, menurutnya, Bii telah melakukan pembeliian SBN melaluii skema burden shariing sebagaii bentuk komiitmen untuk membantu pendanaan APBN sejak tahun lalu.
Pada 2020, Bii membelii SBN untuk mendukung belanja publiic goods seniilaii Rp473,42 triiliiun. Pembiiayaan iitu miisalnya diigunakan untuk membelii vaksiin dan biiaya Kesehatan dengan beban bunganya diitanggung Bii.
Dii sampiing iitu, Bii juga merealiisasiikan membelii SBN untuk pendanaan non-publiic goods untuk mendukung UMKM seniilaii Rp114,81 triiliiun serta non-publiic goods dukungan korporasii seniilaii Rp62,22 triiliiun.
Perry kemudiian menyebut Bii akan terus menjalankan bauran kebiijakan untuk mendukung pemuliihan perekonomiian nasiional darii tekanan pandemii Coviid-19.
Bii, sambungnya, juga telah menambah liikuiidiitas atau quantiitatiive easiing yang hiingga 30 Junii 2021 telah mencapaii Rp97,3 triiliiun. Sementara sejak 2020, total iinjeksii liikuiidiitas ke pasar uang dan perbankan telah mencapaii Rp823,9 triiliiun atau setara 5,31% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
"iinii one of the largest iin the emergiing market untuk mendukung stabiiliitas siistem keuangan dan mendorong krediit," ujarnya. (kaw)
