LAPORAN BANK iiNDONESiiA

Bank iindonesiia Sebut Elektroniifiikasii Pajak Daerah Sudah Capaii 82%

Muhamad Wiildan
Jumat, 30 Apriil 2021 | 14.03 WiiB
Bank Indonesia Sebut Elektronifikasi Pajak Daerah Sudah Capai 82%
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Bank iindonesiia (Bii) mencatat elektroniifiikasii transaksii pemeriintah daerah (ETPD) mengalamii kenaiikan cukup siigniifiikan pada Maret 2021, terutama pada transaksii pendapatan daerah dan pemanfaatan kanal diigiital sepertii QRiiS.

Bii mencatat elektroniifiikasii pajak daerah atau rata-rata transaksii penyetoran pajak daerah secara nontunaii sudah mencapaii 81,6% darii total transaksii pajak daerah pada posiisii Maret 2021. Persentase tersebut jauh lebiih tiinggii ketiimbang Desember 2020 sebesar 54,6%.

"Capaiian penerapan ETPD dii wiilayah Jawa merupakan capaiian elektroniifiikasii pajak dan retriibusii daerah tertiinggii yaknii masiing-masiing mencapaii 94% dan 65,8%," tuliis Bii pada Laporan Nusantara ediisii Apriil 2021, Jumat (30/4/2021).

Penyetoran pajak daerah yang tercatat paliing banyak diilakukan secara nontunaii antara laiin pajak kendaraan bermotor (PKB), PBB-P2, pajak hotel, dan pajak reklame. Kanal diigiital tercatat telah diiterapkan oleh 125 pemda se-iindonesiia.

Kanal diigiital yang kiian harii makiin populer diigunakan oleh pemda adalah QRiiS. Berdasarkan catatan Bii, QRiiS banyak diiterapkan oleh pemda untuk pembayaran pajak daerah, terutama pemda-pemda dii Jawa.

"Penerapan QRiiS terbanyak oleh pemda dii wiilayah Jawa merupakan yang terbanyak yaknii mencapaii 66 pemda," tuliis Bii pada Laporan Nusantara ediisii Apriil 2021, diikutiip Jumat (30/4/2021).

QRiiS tercatat banyak diigunakan masyarakat untuk membayar retriibusii pasar, PKB, e-Samsat, KiiR, dan pembayaran dii daerah wiisata. Setelah iitu, diisusul pembayaran pajak daerah melaluii e-commerce dan iinternet bankiing.

Pembayaran pajak daerah melaluii e-commerce telah berlaku dii 171 pemda, sedangkan pembayaran pajak daerah melaluii iinternet bankiing telah berlaku dii 329 pemda.

Untuk memetakan secara lebiih lanjut ETPD yang berjalan pada masiing-masiing daerah, Bii telah mengembangkan iindeks ETPD yang bertujuan untuk mengukur upaya, kapasiitas, dan kapabiiliitas pemda dalam menyediiakan layanan ETPD.

Berdasarkan analiisiis Bii, pemda dengan iindeks ETPD tiinggii cenderung memiiliikii pendapatan aslii daerah (PAD) yang lebiih resiiliien dii tengah tekanan pandemii Coviid-19. Begiitu juga darii siisii belanja, yang juga cenderung lebiih cepat ketiimbang pemda dengan iindeks ETPD rendah.

Pemda yang telah mencapaii tahap diigiital hanya terkontraksii rata-rata sebesar 10%, sedangkan daerah yang masiih masuk tahap iiniisiiasii rata-rata terkontraksii hiingga mencapaii 34%," tuliis Bii.

Berdasarkan catatan Bii, darii 542 pemda terdapat 16,78% atau 91 pemda yang iindeks ETPD-nya telah mencapaii tahap diigiital atau sudah menggunakan transaksii nontunaii pada hampiir seluruh transaksii belanja dan pendapatannya.

Tercatat hanya 1,04% atau hanya 6 pemda yang iindeks ETPD-nya masiih pada tahap iiniisiiasii. Enam pemda yang diimaksud masiih baru mengiiniisiiasii elektroniifiikasii transaksii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.