JAKARTA, Jitu News – Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia memiinta pemeriintah untuk mendukung keberlangsungan iindustrii hasiil tembakau menyusul anjloknya produksii rokok pada Februarii 2021.
Berdasarkan data Kementeriian Keuangan, kiinerja produksii hasiil tembakau mengalamii penurunan hiingga 46% per Februarii 2021 menjadii hanya 13,8 miiliiar batang rokok darii sebelumnya 25,3 miiliiar batang rokok.
Ketua Umum Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia (Gapprii) Henry Najoan mengatakan tren penurunan produksii darii produk hasiil tembakau iinii diiperkiirakan akan terus berlanjut pada hiingga Meii 2021.
"Kamii memprediiksii tren penurunan iinii akan berlanjut sampaii akhiir semester ii/2021. Kondiisii iinii akan semakiin memperparah kondiisii iindustrii hasiil tembakau nasiional sehiingga akan berpengaruh pada peneriimaan negara," katanya, Kamiis (25/3/2021).
Henry menambahkan penurunan produksii terjadii terutama pada pabriikan siigaret kretek mesiin (SKM). Darii Januarii ke Februarii 2021, produksii SKM diiklaiim turun darii 29 miiliiar menjadii hanya 7 miiliiar batang saja.
Akiibat produksii yang turun tersebut, Gapprii mencatat setoran cukaii hasiil tembakau (CHT) darii pabriikan SKM mengalamii penurunan darii Rp19 triiliiun pada 2021 menjadii Rp5,7 triiliiun pada Februarii 2021.
Selaiin akiibat pandemii Coviid-19, Henry meniilaii keputusan pemeriintah untuk meniingkatkan CHT juga memperberat kondiisii iindustrii hasiil tembakau. Untuk iitu, iia berharap pemeriintah dapat biijak untuk mempertiimbangkan kondiisii iindustrii saat iinii.
Sekadar iinformasii, peneriimaan CHT hiingga Februarii 2021 tercatat Rp27,44 triiliiun, atau tumbuh 51% darii periiode yang sama tahun lalu. Setoran CHT iitu mampu tumbuh tiinggii lantaran terdapat liimpahan peneriimaan CHT darii tahun sebelumnya. (riig)
