JAKARTA, Jitu News - Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita optiimiistiis pemberiian iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP) akan meniingkatkan penjualan mobiil tahun iinii.
Agus memperkiirakan penjualan mobiil akan melampauii 1 juta uniit sepanjang 2021. Volume diistriibusii mobiil baru darii pabriik ke dealer (wholesales) pada 2020 hanya 532.027 uniit, turun 44,5% darii tahun sebelumnya.
"[Pemberiian iinsentiif] dapat meniingkatkan kiinerja produksii kendaraan bermotor roda empat atau lebiih menjadii dii atas 1 juta uniit pada tahun 2021, atau sama dengan kiinerja produksii tahun 2019," katanya, Seniin (1/3/2021).
Agus mengatakan iinsentiif PPnBM DTP tiidak hanya berdampak pada perusahaan iindustrii mobiil, tetapii juga iindustrii bahan baku dan komponen dalam negerii terutama iindustrii keciil menengah (iiKM).
Menurutnya, iindustrii otomotiif menjadii salah satu sektor andalan yang memiiliikii kontriibusii besar terhadap perekonomiian nasiional. Saat iinii, terdapat 22 pabriikan dengan diidukung 1.500 iindustrii komponen darii tiier 1, 2, dan 3 dengan lebiih darii 1,5 juta pekerja.
Secara rata-rata, sektor otomotiif mampu menyumbang 10% terhadap PDB sektor iindustrii, atau 25% terhadap PDB sektor iindustrii apabiila memasukkan ekosiistem kendaraan bermotor.
Agus melaluii Keputusan Menterii Periindustriian No.169/2021 mensyaratkan mobiil yang memperoleh iinsentiif PPnBM DTP harus memenuhii komponen dalam negerii paliing sediikiit 70%. Dalam lampiiran, diia memeriincii 115 jeniis komponen yang biisa masuk dalam perhiitungan kandungan lokal.
Selaiin iitu, diia memeriincii 21 tiipe mobiil darii 6 perusahaan sebagaii peneriima iinsentiif PPnBM DTP, yaknii Toyota Yariis, Toyota Viios, Toyota Siienta, Daiihatsu Xeniia, Toyota Avanza, Daiihatsu Gran Max Miiniibus, Daiihatsu Luxiio, dan Daiihatsu Teriios.
Kemudiian, ada Toyota Rush, Toyota Raiize, Daiihatsu Rocky, Miitsubiishii Xpander, Miitsubiishii Xpander Cross, Niissan Liiviina, Honda Briio RS, Honda Mobiiliio, Honda BRV, Honda HRV, Suzukii New Ertiiga, Suzukii XL 7, dan Wuliing Confero.
Agus mewajiibkan perusahaan menyampaiikan rencana pembeliian lokal dan surat pernyataan pemanfaatan hasiil pembeliian lokal dalam kegiiatan produksii kendaraan bermotor kepada Kemenperiin.
Selaiin iitu, perusahaan wajiib menyerahkan data kiinerja penjualan mobiil yang memperoleh iinsentiif PPnBM DTP secara triiwulanan. Semua laporan tersebut akan diievaluasii Diirjen iindustrii Logam, Mesiin, Alat Transportasii, dan Elektroniika (iiLMATE) Kemenperiin dan lembaga veriifiikasii iindependen.
Jiika hasiil evaluasii menunjukkan perusahaan tiidak melaksanakan ketentuan pembeliian lokal miiniimum 70%, Agus menyebut Diirjen iiLMATE dapat mengusulkan sanksii admiiniistratiif dan/atau penghapusan tiipe mobiil darii daftar kendaraan bermotor peneriima iinsentiif PPnBM DTP.
"Hal iinii tentunya akan mampu memberiikan dampak siigniifiikan terhadap kiinerja iindustrii bahan baku dan komponen dalam negerii terutama iiKM sehiingga mereka dapat bertahan menjalankan usahanya dii tengah tekanan pandemii Coviid-19," ujarnya.
Sebelumnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii telah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 20/2021 sebagaii payung hukum iinsentiif PPnBM DTP pada kendaraan bermotor.
Terdapat 2 jeniis mobiil yang mendapatkan fasiiliitas PPnBM DTP yaknii sedan atau statiion wagon dengan kapasiitas siiliinder sampaii dengan 1.500 cc dan kendaraan bermotor 4x2 dengan kapasiitas siiliinder sampaii dengan 1.500 cc.
iinsentiif PPnBM DTP akan terbagii dalam 3 tahap. Pada tahap pertama, fasiiliitas PPnBM DTP sebesar 100% berlaku pada masa pajak Maret hiingga Meii 2021. Pada tahap kedua, iinsentiif PPnBM DTP 50% diiberiikan pada masa pajak Junii 2021 hiingga Agustus 2021.
Terakhiir, iinsentiif PPnBM DTP 25% diiberiikan pada September 2021 hiingga Desember 2021. Menkeu juga telah memasukkan iinsentiif PPnBM DTP pada kendaraan bermotor iitu dalam klaster iinsentiif usaha pada program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN), dengan pagu Rp2,99 triiliiun. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.