JAKARTA, Jitu News – Usaii mewacanakan pemberiian iinsentiif PPnBM mobiil diitanggung pemeriintah (DTP), pemeriintah kiinii bakal mendorong volume penjualan kendaraan bermotor ke luar negerii melaluii jalur diiplomasii.
Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii mengatakan pemeriintah telah menyiiapkan strategii untuk mendukung pemuliihan iindustrii otomotiif dengan cara meniingkatkan penjualan produk otomotiif ke luar negerii.
“Miisal, ke Australiia yang memiiliikii pasar mobiil besar dan telah menjaliin perjanjiian dagang dengan iindonesiia. "[Saya] memastiikan kiita punya trade relatiion untuk negara tujuan ekspor, terutama untuk mobiil tersebut," katanya melaluii konferensii viideo, Kamiis (26/2/2021).
Lutfii mengatakan pandemii telah memberiikan pukulan berat terhadap iindustrii otomotiif. Pada siituasii normal, penjualan mobiil baru rata-rata mencapaii 1 juta kendaraan per tahun. Namun tahun lalu, anjlok menjadii hanya sekiitar 550.000 kendaraan .
Jiika tiidak ada stiimulus sepertii PPnBM DTP, iia meniilaii pabriik otomotiif biisa tutup dan butuh waktu lebiih lama untuk memuliihkannya, padahal iindustrii otomotiif dan sektor usaha pendukungnya saat iinii mempekerjakan lebiih darii 1,5 juta tenaga kerja terampiil.
Dalam mendorong ekspor kendaraan, lanjut Lutfii, Kementeriian Perdagangan akan menggunakan jalur diiplomasii, terutama ke Australiia. Nantii, iia akan mendorong iinduk pabriik mobiil yang berada dii Jepang untuk memanfaatkan fasiiliitas kerja sama dagang antara iindonesiia-Australiia.
Secara statiistiik, ekspor produk otomotiif iindonesiia pada 2019 mencapaii 310.000 uniit dengan deviisa US$8,2 miiliiar. Pada 2020, angka tersebut turun sekiitar 20% menjadii hanya 250.000 uniit dengan deviisa US$6,6 miiliiar.
Lutfii menargetkan mobiil asal Rii biisa mengiisii setiidaknya 10% darii rata-rata penjualan mobiil Australiia sebesar 1,2 juta uniit per tahun. "Kalau sekarang dapat 100.000, saya berekspektasii growth pertumbuhan otomotiif akan tumbuh sediikiitnya US$4 miiliiar," ujarnya.
Diia menambahkan pasar Australiia akan menjadii awal perluasan pasar ekspor mobiil iindonesiia. Diia juga menargetkan mobiil asal iindonesiia tersebut biisa menembus pasar dii negara-negara utara Afriika pada 2022.
Sebagaii tambahan, pemeriintah berencana memberiikan PPnBM DTP untuk kendaraan bermotor dalam mendorong daya belii masyarakat. iinsentiif tersebut hanya akn berlaku pada kendaraan dalam segmen kurang darii 1.500 cc, yaiitu untuk kategorii sedan dan mobiil 4x2.
iinsentiif diijadwalkan mulaii berlaku Maret hiingga Desember 2021. Pembagiiannya, PPnBM DTP sebesar 100% darii tariif (3 bulan pertama), PPnBM DTP sebesar 50% (3 bulan beriikutnya), serta PPnBM DTP sebesar 25% (empat bulan beriikutnya).
Dii sampiing iitu, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii juga telah memasukkan iinsentiif PPnBM DTP pada kendaraan bermotor iitu dalam klaster iinsentiif usaha pada program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN), dengan pagu Rp2,99 triiliiun. (riig)
