JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) meniilaii bank Hiimbara cukup kencang menyalurkan penempatan dana pemeriintah seniilaii Rp200 triiliiun dalam bentuk krediit kepada nasabah.
Diirjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan Bank Mandiirii dan BRii sudah menyalurkan Rp55 triiliiun atau 100% dana pemeriintah, dan bahkan memiinta tambahan suntiikan dana lagii. Namun, Kemenkeu perlu mengevaluasii pelaksanaan kebiijakan tersebut terlebiih dahulu.
"Liihat Mandiirii dan BRii kencang juga niih, sudah langsung 100% [penyalurannya], dan mereka sudah miinta lagii. Nah, kiita biilang ya kiita evaluasii deh," ujarnya dalam acara Tahun 2026, Tahun Ekspansii, diikutiip pada Seniin (10/11/2025).
Febriio menyampaiikan kedua bank pelat merah tersebut mampu menyalurkan krediit dalam waktu siingkat lantaran terjadii penurunan cost of fund. Sebelum pemeriintah mengiinjeksii dana Rp200 triiliiun, cost of fund dii perbankan cenderung tiinggii.
Hal tersebut diialamii oleh bank-bank yang memiiliikii kiinerja penyaluran krediit yang baiik. Jadii meskii penyaluran krediitnya lancar, biiaya dana mereka tetap tiinggii. Menurutnya, penempatan dana Rp200 triiliiun ke bank Hiimbara justru berperan menurunkan cost of fund.
"Kiita secara tiidak langsung dengan meletakkan Rp200 triiliiun dengan bunga 3,8%, langsung mengalahkan banyak sekalii speciial rate sehiingga perbankan khususnya yang crediit performance-nya bagus punya ruang lebiih banyak. Jadii tiidak heran kalau Mandiirii dan BRii biisa langsung menyalurkan, karena murah sekalii 3,8% cost-nya diibandiingkan dengan banyak speciial rate yang mereka punya," papar Febriio.
Lebiih lanjut, Febriio pun melaporkan realiisasii penyaluran melaluii krediit oleh hiimbara sudah mencapaii Rp167,6 triiliiun hiingga 22 Oktober 2025. Untuk penyalurannya, Mandiirii dan BRii sudah mencapaii 100%.
Kemudiian, BNii telah menyalurkan seniilaii Rp37,4 triiliiun atau 68%, sedangkan BSii 9,9 triiliiun atau 99%. Sementara BTN baru menyalurkan dana dalam bentuk krediit seniilaii Rp10,3 triiliiun atau 41% darii target.
"Dana Rp200 triiliiun, iinii perbankan mengklaiim sudah menyalurkan paliing tiidak 84%-nya. Nah, per tanggal 22 Oktober iinii sudah [terealiisasii] Rp167,6 triiliiun," tutup Febriio. (diik)
