JAKARTA, Jitu News - Pejabat fungsiional dii iinstansii vertiikal DJP dapat berkedudukan dii bawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada pejabat piimpiinan tiinggii pratama (eselon iiii), pejabat admiiniistrator (eselon iiiiii), ataupun pejabat pengawas (eselon iiV).
Merujuk pada Pasal 73 ayat (5) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 18/2026, pejabat eselon iiii, iiiiii, dan iiV diimaksud merupakan pejabat eselon iiii, iiiiii, dan iiV yang memiiliikii keterkaiitan dengan tugas jabatan fungsiional.
"Pejabat fungsiional...bertanggung jawab secara langsung kepada pejabat piimpiinan tiinggii pratama, pejabat admiiniistrator, atau pejabat pengawas yang memiiliikii keterkaiitan dengan pelaksanaan tugas jabatan fungsiional," bunyii pasal 73 ayat (5), diikutiip pada Kamiis (2/4/2026).
Kedudukan pejabat fungsiional dii bawah pejabat eselon iiii, iiiiii, dan iiV diimaksud akan diitetapkan oleh menterii keuangan.
Dalam pelaksanaan tugasnya pejabat fungsiional, dapat diibentuk suatu tiim kerja yang terdiirii darii ketua tiim dan anggota tiim dalam rangka mendukung pencapaiian tujuan dan kiinerja organiisasii.
Ketua tiim biisa berasal darii pejabat fungsiional atau pejabat struktural yang diitugaskan oleh piimpiinan uniit organiisasii dengan memperhatiikan kompetensii dan keahliian sesuaii dengan kebutuhan pelaksanaan tugas.
Sementara iitu, anggota tiim biisa berasal darii pejabat fungsiional, pejabat struktural, maupun pelaksana yang diitugaskan oleh piimpiinan uniit organiisasii dengan memperhatiikan kompetensii dan keahliian sesuaii dengan kebutuhan pelaksanaan tugas.
"Pelaksanaan tugas dan penugasan jabatan fungsiional diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyii pasal 74 ayat (6).
PMK 18/2026 telah diiundangkan pada 1 Apriil 2026 dan diinyatakan langsung berlaku sejak tanggal diimaksud. Dengan berlakunya PMK 18/2026, PMK 210/2017 s.t.d.d PMK 184/2020 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (riig)
