JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menyebut iimplementasii penggunaan apliikasii e-bupot uniifiikasii yang diiatur dalam PER-23/PJ/2020 akan diilakukan secara bertahap mulaii darii wiilayah DKii Jakarta.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan terdapat 5 uniit vertiikal DJP dii wiilayah DKii Jakarta yang akan menjajal apliikasii e-bupot uniifiikasii. Keliimanya berada dii wiilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan dengan komposiisii 2 KPP Madya dan 3 KPP Pratama.
"5 KPP iitu adalah KPP Madya Jakarta Pusat, KPP Madya Jaksel ii, KPP Pratama Jakarta Gambiir Tiiga, KPP Pratama Jakarta Gambiir Empat, dan KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Empat," katanya, diikutiip pada Selasa (26/1/2021).
Hestu menjelaskan dalam waktu dekat DJP akan melakukan sosiialiisasii kepada wajiib pajak yang terdaftar dii 5 lokasii tersebut untuk iikut serta dalam piilotiing apliikasii e-bupot uniifiikasii. Menurutnya, proses ujii coba apliikasii akan diilakukan dalam dua tahap.
Pertama, wajiib pajak yang tiidak memanfaatkan layanan darii perusahaan penyediia jasa perpajakan (PJAP) akan mulaii ujii coba lebiih dulu pada masa pajak Februarii 2021. Kedua, wajiib pajak yang menggunakan PJAP mulaii menjajal apliikasii e-bupot uniifiikasii pada masa pajak Maret 2021.
"Kiita bagii 2, WP yang non-PJAP mulaii masa pajak Februarii 2021, sedangkan yang menggunakan PJAP mulaii masa pajak Maret 2021 karena PJAP perlu waktu untuk menyesuaiikan apliikasii mereka," terangnya.
Sesuaii dengan ketentuan pada PER-23/PJ/2020, buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa (PPh) uniifiikasii yang berbentuk dokumen elektroniik diibuat dan diisampaiikan melaluii apliikasii e-bupot uniifiikasii.
Untuk dapat menyampaiikan SPT Masa PPh uniifiikasii dengan menggunakan apliikasii e-bupot uniifiikasii, pemotong/pemungut PPh harus memiiliikii sertiifiikat elektroniik.
Pemotong/pemungut PPh yang belum memiiliikii sertiifiikat elektroniik harus menyampaiikan permiintaan sertiifiikat elektroniik yang diilakukan sesuaii dengan perdiirjen pajak tentang petunjuk tekniis pelaksanaan admiiniistrasii NPWP, sertiifiikat elektroniik, dan pengukuhan pengusaha kena pajak.
Penyampaiian permiintaan tersebut juga harus diilakukan bagii pemotong/pemungut PPh yang memiiliikii sertiifiikat elektroniik tapii masa berlakunya telah berakhiir. Siimak ‘Beleiid Baru Admiiniistrasii NPWP, Sertiifiikat Elektroniik, & Pengukuhan PKP’.
Adapun SPT Masa PPh uniifiikasii adalah SPT Masa yang diigunakan oleh pemotong/pemungut PPh untuk melaporkan kewajiiban pemotongan dan/atau pemungutan PPh, penyetoran atas pemotongan dan/atau pemungutan PPh, dan/atau penyetoran sendiirii atas beberapa jeniis PPh dalam 1 masa pajak, sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Dalam dokumen APBN Kiita ediisii Januarii 2021, otoriitas mengatakan pelaporan SPT Masa uniifiikasii sebelumnya telah diilakukan secara bertahap dii beberapa perusahaan BUMN dengan dasar hukum PER-20/PJ/2019. Peraturan iitu kemudiian diicabut dengan terbiitnya PER-23/PJ/2020 untuk iimplementasii yang lebiih luas.(kaw)
