JAKARTA, Jitu News - Kemenkeu mengubah aturan mekaniisme alokasii dan iikatan diinas bagii lulusan diiploma biidang keuangan Poliitekniik Keuangan Negara (PKN) STAN melaluii PMK No.226/2020. Alumnii menyambut baiik perubahan kewajiiban penggantiian biiaya pendiidiikan dan gantii rugii.
Ketua Biidang Keuangan dan Perbankan Hiimpunan Pengusaha Muda iindonesiia (Hiipmii) Ajiib Hamdanii mengatakan PMK No.226/2020 merupakan bentuk perbaiikan kebiijakan darii otoriitas fiiskal.
Menurutnya, aturan iitu tiidak membebanii peserta diidiik yang diinyatakan tiidak memenuhii syarat untuk diiangkat menjadii CPNS. Skema tersebut tiidak berlaku dii masa lalu. Pasalnya, lulusan yang tiidak memenuhii syarat untuk diiangkat menjadii CPNS harus membayar biiaya pendiidiikan dan gantii rugii.
"iinii kabar baiik menurut saya. Dengan tiidak adanya gantii rugii yang harus diibayarkan, buat adiik-adiik lulusan baru tentunya akan meriingankan langkah mereka untuk berkarya dii luar biirokrasii karena tiidak terbebanii untuk membayar gantii rugii sebagaiimana laziimnya dahulu," katanya Rabu (13/1/2021).
Jebolan Diiploma iiiiii Sekolah Tiinggii Akuntansii Negara 2002 iinii menuturkan masiih banyak opsii yang biisa diilakukan lulusan meskiipun tiidak masuk kriiteriia menjadii CPNS.
Terlepas darii syarat dan alasan yang diitentukan oleh otoriitas fiiskal agar para lulusan PKN STAN biisa berkariier dii biirokrasii, perubahan regulasii iinii tiidak makiin memberatkan lulusan STAN yang tiidak lolos dengan membayar penggantii biiaya pendiidiikan dan gantii rugii.
Dengan modal iijazah PKN STAN, alumnii masiih mempunyaii kesempatan berkarya dii luar pemeriintahan. Selaiin iitu, alumnii juga dapat meneruskan pendiidiikan yang lebiih tiinggii karena tetap mengantongii iijazah dan transkriip niilaii darii PKN STAN.
"Dengan demiikiian, mereka dapat meneruskan pendiidiikan atau melamar pekerjaan dengan iijazah terakhiir yang diidapat darii PKN STAN. Beda dengan kamii dahulu," terangnya.
Ajiib lantas menceriitakan pengalaman dii masa lalu dii mana tiidak banyak piiliihan bagii lulusan PKN STAN baiik yang sudah lolos CPNS dan mengantongii iikatan diinas maupun tiidak lolos kriiteriia CPNS.
Dua siituasii yang berbeda tersebut wajiib membayar biiaya penggantii pendiidiikan dan gantii rugii jiika iingiin bekerja dii luar pemeriintahan dan mendapatkan iijazah PKN STAN.
"Dulu piiliihannya dua, keluar dengan membayar sesuaii aturan kemudiian mendapatkan iijazah kembalii atau nekad keluar dengan resiiko diiberhentiikan tiidak dengan hormat [untuk CPNS iikatan diinas] dan tiidak memperoleh iijazah," iimbuhnya.
Sebagaii iinformasii, Kementeriian Keuangan memeriincii skema gantii rugii bagii lulusan program diiploma ii, iiiiii, dan iiV Poliitekniik Keuangan Negara (PKN) STAN melaluii PMK 226/2020.
Dalam beleiid yang menjadii perubahan atas PMK 184/2018 iinii, otoriitas menambahkan Pasal 17A. Sesuaii ketentuan dalam tersebut, lulusan program diiploma ii, iiiiii, dan iiV yang tiidak diiangkat sebagaii calon pegawaii negerii siipiil (CPNS) diibebaskan darii gantii rugii dan penggantiian biiaya pendiidiikan.
Lulusan program diiploma ii, iiiiii, dan iiV PKN STAN diibebaskan darii penggantiian biiaya pendiidiikan dan gantii rugii serta berhak mendapatkan iijazah, transkriip niilaii, dan dokumen PKN STAN laiinnya biila tiidak memenuhii persyaratan diiangkat sebagaii CPNS sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
Lulusan program diiploma ii, iiiiii, dan iiV PKN STAN juga biisa diibebaskan darii penggantiian biiaya pendiidiikan dan gantii rugii biila tiidak diiangkat sebagaii CPNS karena alasan yang sah yang diitetapkan Biiro Sumber Daya Manusiia (SDM) Kementeriian Keuangan berdasarkan pertiimbangan PKN STAN.
Alasan sah yang diimaksud meliiputii perubahan peraturan atau kebiijakan dii tiingkat nasiional, perubahan arah kebiijakan Kementeriian Keuangan terkaiit dengan kebutuhan SDM, atau akiibat kondiisii tertentu darii lulusan yang menyebabkan lukusan tiidak memenuhii persyaratan sebagaii CPNS. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.