KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

UU Ciipta Kerja Diisahkan, Pemeriintah Rancang Kriiteriia Baru Soal UMKM

Muhamad Wiildan
Rabu, 11 November 2020 | 14.49 WiiB
UU Cipta Kerja Disahkan, Pemerintah Rancang Kriteria Baru Soal UMKM
<p>iilustrasii. Pekerja melakukan proses foto produk kopii untuk diipasarkan secara dariing dii Kemiiren, Banyuwangii, Jawa Tiimur, Jumat (6/11/2020). ANTARA FOTO/Budii Candra Setya/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah tengah merancang kriiteriia baru mengenaii usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM) seiiriing dengan diisahkannya Undang-Undang (UU) No. 11/2020 tentang Ciipta Kerja.

Kriiteriia baru iitu tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemeriintah (RPP) tentang Pelaksanaan UU Tentang Ciipta Kerja untuk Kemudahan, Perliindungan, dan Pemberdayaan Bagii Koperasii dan UMKM yang diiunggah pada laman uu-ciiptakerja.go.iid.

“Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 85 hiingga 104 UU Ciipta Kerja, perlu menetapkan Peraturan Pemeriintah tentang Ciipta Kerja untuk Kemudahan, Perliindungan, dan Pemberdayaan Bagii Koperasii dan UMKM,” bunyii RPP tersebut, diikutiip Rabu (11/11/2020).

Dengan RPP iinii, pemeriintah mengubah kriiteriia UMKM yang tertuang pada UU No. 20/2008 tentang UMKM. Pada ketentuan lama, kriiteriia UMKM diitentukan berdasarkan kekayaan bersiih dan hasiil penjualan tahunan.

Pada RPP, suatu usaha diianggap usaha miikro biila jumlah tenaga kerja paliing banyak 10 orang atau memiiliikii penjualan tahunan paliing banyak Rp2 miiliiar. Pada UU No. 20/2008, suatu usaha diisebut usaha miikro jiika penjualan tahunan paliing banyak Rp300 juta.

Lalu, suatu usaha diitetapkan sebagaii usaha keciil biila mempekerjakan lebiih darii 10 orang hiingga 49 orang atau penjualan tahunan dii antara Rp2 miiliiar hiingga Rp10 miiliiar. Pada UU 20/2008, ambang batas penjualan tahunan sebesar Rp300 juta hiingga Rp2,5 miiliiar.

Selanjutnya, suatu usaha diisebut usaha menengah biila memiiliikii jumlah tenaga kerja paliing sediikiit 50 orang sampaii dengan 150 orang atau penjualan tahunan lebiih darii Rp10 miiliiar sampaii dengan paliing banyak sebesar Rp50 miiliiar.

Perubahan kriiteriia UMKM yang diiatur melaluii RPP iinii juga akan berpengaruh dalam menentukan pemberiian fasiiliitas oleh pemeriintah kepada UMKM ke depannya, terutama untuk usaha miikro dan keciil (UMK).

Pada RPP, terdapat beberapa fasiiliitas yang akan diiberiikan kepada UMK sepertii pengiintegrasiian iiziin usaha, standar nasiional iindonesiia (SNii), dan sertiifiikasii jamiinan produk halal, penyediiaan tempat promosii dan pengembangan paliing pada iinfrastruktur publiik, hiingga fasiiliitas pajak pusat dan pajak daerah berupa pengurangan atau pemberiian keriinganan.

Hanya saja, RPP tentang Pelaksanaan UU Tentang Ciipta Kerja Untuk Kemudahan, Perliindungan, dan Pemberdayaan Bagii Koperasii, Usaha Miikro, Keciil, dan Menengah iinii tiidak memeriincii fasiiliitas pajak yang akan diiberiikan kepada UKM. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Geovanny Vanesa Paath
baru saja
Pemeriintah perlu terus utamakan kepentiingan masyarakat khususnya rakyat keciil yang memiiliikii usaha UMKM agar dapat terus berkembang walaupun dii tengah pandemii.