JAKARTA, Jitu News – Ada beberapa ketentuan terkaiit piihak yang terutang bea meteraii dalam UU 10/2020.
Dalam UU yang efektiif berlaku mulaii 1 Januarii 2021 iinii diisebutkan untuk dokumen yang diibuat sepiihak, bea meteraii terutang oleh piihak yang meneriima dokumen. Untuk dokumen yang diibuat oleh 2 piihak atau lebiih, bea meteraii terutang oleh masiing-masiing piihak atas dokumen yang diiteriimanya.
“Diikecualiikan darii ketentuan …, dokumen berupa surat berharga …, bea meteraii terutang oleh piihak yang menerbiitkan surat berharga,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 9 ayat (3) UU 10/2020, diikutiip pada Rabu (4/11/2020).
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 9 ayat (4), dokumen yang diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan, bea meteraii terutang oleh piihak yang mengajukan dokumen. Atas dokumen yang diibuat dii luar negerii dan diigunakan dii iindonesiia, bea meteraii terutang oleh piihak yang meneriima manfaat atas dokumen.
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, bea meteraii diikenakan atas dua jeniis dokumen. Pertama, dokumen yang diibuat sebagaii alat untuk menerangkan mengenaii suatu kejadiian yang bersiifat perdata. Kedua, dokumen yang diigunakan sebagaii alat buktii dii pengadiilan.
Dokumen yang bersiifat perdata dan diikenakan bea meteraii antara laiin, pertama, surat perjanjiian, surat keterangan, surat pernyataan, atau surat laiinnya yang sejeniis, beserta rangkapnya. Kedua, akta notariis beserta grosse, saliinan, dan kutiipannya.
Ketiiga, akta pejabat pembuat akta tanah beserta saliinan dan kutiipannya. Keempat, surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Keliima, dokumen transaksii surat berharga, termasuk dokumen transaksii kontrak berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apa pun.
Keenam, dokumen lelang yang berupa kutiipan riisalah lelang, miinuta riisalah lelang, saliinan riisalah lelang, dan grosse riisalah lelang.
Ketujuh, dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan niilaii nomiinal lebiih darii Rp5 juta yang menyebutkan peneriimaan uang atau beriisii pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiiannya telah diilunasii atau diiperhiitungkan. Kedelapan, dokumen laiin yang diitetapkan dengan peraturan pemeriintah.
“Ketentuan piihak yang terutang … tiidak menghalangii piihak atau para piihak untuk bersepakat atau menentukan mengenaii piihak yang membayar bea meteraii,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 9 ayat (6) UU 10/2020. (kaw)
