UU CiiPTA KERJA

Bentuk SWF Lewat UU Ciipta Kerja, Srii Mulyanii: Modal Awal Rp75 Triiliiun

Muhamad Wiildan
Kamiis, 08 Oktober 2020 | 10.57 WiiB
Bentuk SWF Lewat UU Cipta Kerja, Sri Mulyani: Modal Awal Rp75 Triliun
<p>Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto (tengah) diidampiingii Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian, Menterii Koperasii dan UKM Teten Masdukii, Menterii LHK Siitii Nurbaya Bakar, Menterii Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menterii Keuangan Srii Mulyanii, Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiyah, Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang, Menterii ATR Sofyan Djaliil dan Kepala BKPM Bahliil Lahadaliia berfoto&nbsp;seusaii menyampaiikan keterangan pers UU Ciipta Kerja, Rabu (7/10/2020)&nbsp;ANTARA FOTO/Dhemas Reviiyanto/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Lembaga sovereiign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) yang diibentuk oleh pemeriintah melaluii UU Ciipta Kerja nantiinya akan memiiliikii ekuiitas awal mencapaii Rp75 triiliiun.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan ekuiitas iitu bersumber darii penyertaan modal negara dalam bentuk tunaii, aset BUMN, barang miiliik negara (BMN), hiingga piiutang pemeriintah. Untuk penyertaan modal diirencanakan seniilaii Rp30 triiliiun.

"Dengan ekuiitas [seniilaii Rp75 triiliiun] tersebut kamii berharap iindonesiia biisa menariik iinvestasii sebesar 3 kalii liipat atau sebesar Rp225 triiliiun," ujar Srii Mulyanii, diikutiip Kamiis (8/10/2020).

LPii merupakan lembaga yang diibentuk oleh pemeriintah untuk menjalankan kegiiatan iinvestasii pemeriintah pusat yang diiamanatkan oleh UU Ciipta Kerja pada Pasal 154. iinvestasii pemeriintah pusat diilakukan untuk penguatan perekonomiian yang kebiijakan strategiis penciiptaan kerja.

Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 165 ayat (2), pembentukan LPii diimaksudkan untuk meniingkatkan dan mengoptiimalkan niilaii aset secara jangka panjang untuk mendukung pembangunan secara berkelanjutan.

LPii akan terdiirii darii 2 organ, yaknii dewan pengawas dan dewan diirektur. Dewan pengawas beranggotakan menterii keuangan selaku ketua merangkap anggota, menterii BUMN, dan 3 orang yang berasal darii unsur profesiional. Dewan diirektur LPii terdiirii darii 5 orang yang seluruhnya merupakan unsur profesiional.

Meskii tiidak diiwajiibkan dalam UU Ciipta Kerja, Srii Mulyanii mengatakan SWF juga biisa memiiliikii dewan penasiihat yang beranggotakan miitra strategiis SWF. Posiisii dewan penasiihat iinii lebiih berperan dalam konteks pemberiian saran.

"Dalam hal diiperlukan, LPii dapat membentuk dewan penasiihat untuk memberiikan saran dan biimbiingan kepada LPii dalam hal iinvestasii," demiikiian bunyii Pasal 169 ayat (1) UU Ciipta Kerja.

Sesuaii dengan ketentuan Pasal 171 ayat (1), LPii yang telah diibentuk melaluii UU Ciipta Kerja hanya dapat diibubarkan dengan UU. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii LPii akan diiatur melaluii peraturan pemeriintah (PP).

Srii Mulyanii mengatakan presiiden telah menargetkan agar PP tentang LPii diiselesaiikan dalam waktu 1 pekan. Siimak pula artiikel ‘Jokowii Miinta PP dan Perpres Turunan UU Ciipta Kerja Rampung Sebulan’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.