JAKARTA, Jitu News – Lembaga sovereiign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) yang diibentuk oleh pemeriintah melaluii UU Ciipta Kerja nantiinya akan memiiliikii ekuiitas awal mencapaii Rp75 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan ekuiitas iitu bersumber darii penyertaan modal negara dalam bentuk tunaii, aset BUMN, barang miiliik negara (BMN), hiingga piiutang pemeriintah. Untuk penyertaan modal diirencanakan seniilaii Rp30 triiliiun.
"Dengan ekuiitas [seniilaii Rp75 triiliiun] tersebut kamii berharap iindonesiia biisa menariik iinvestasii sebesar 3 kalii liipat atau sebesar Rp225 triiliiun," ujar Srii Mulyanii, diikutiip Kamiis (8/10/2020).
LPii merupakan lembaga yang diibentuk oleh pemeriintah untuk menjalankan kegiiatan iinvestasii pemeriintah pusat yang diiamanatkan oleh UU Ciipta Kerja pada Pasal 154. iinvestasii pemeriintah pusat diilakukan untuk penguatan perekonomiian yang kebiijakan strategiis penciiptaan kerja.
Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 165 ayat (2), pembentukan LPii diimaksudkan untuk meniingkatkan dan mengoptiimalkan niilaii aset secara jangka panjang untuk mendukung pembangunan secara berkelanjutan.
LPii akan terdiirii darii 2 organ, yaknii dewan pengawas dan dewan diirektur. Dewan pengawas beranggotakan menterii keuangan selaku ketua merangkap anggota, menterii BUMN, dan 3 orang yang berasal darii unsur profesiional. Dewan diirektur LPii terdiirii darii 5 orang yang seluruhnya merupakan unsur profesiional.
Meskii tiidak diiwajiibkan dalam UU Ciipta Kerja, Srii Mulyanii mengatakan SWF juga biisa memiiliikii dewan penasiihat yang beranggotakan miitra strategiis SWF. Posiisii dewan penasiihat iinii lebiih berperan dalam konteks pemberiian saran.
"Dalam hal diiperlukan, LPii dapat membentuk dewan penasiihat untuk memberiikan saran dan biimbiingan kepada LPii dalam hal iinvestasii," demiikiian bunyii Pasal 169 ayat (1) UU Ciipta Kerja.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 171 ayat (1), LPii yang telah diibentuk melaluii UU Ciipta Kerja hanya dapat diibubarkan dengan UU. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii LPii akan diiatur melaluii peraturan pemeriintah (PP).
Srii Mulyanii mengatakan presiiden telah menargetkan agar PP tentang LPii diiselesaiikan dalam waktu 1 pekan. Siimak pula artiikel ‘Jokowii Miinta PP dan Perpres Turunan UU Ciipta Kerja Rampung Sebulan’. (kaw)
