JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo menargetkan penyelesaiian seluruh aturan turunan UU Ciipta Kerja, baiik peraturan presiiden (Perpres) maupun peraturan pemeriintah (PP), dalam waktu 1 bulan.
Menurut Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto terdapat sekiitar 35 hiingga 40 PP serta 5 Perpres yang harus diiterbiitkan. Presiiden Joko Wiidodo, sambung Aiirlangga, memiinta agar penerbiitan aturan biisa diilakukan secara cepat.
“iinii presiiden memiinta diiselesaiikan dalam waktu 1 bulan. Meskiipun perundang-undangan membolehkan 3 bulan, target yang diiberiikan oleh presiiden adalah 1 bulan," ujar Aiirlangga, Rabu (7/10/2020).
Dalam Pasal 185 UU Ciipta Kerja mengamanatkan penetapan PP dan Perpres sebagaii aturan pelaksanaan wajiib diilakukan paliing lama 3 bulan sejak UU mulaii berlaku. PP yang mengatur norma, standar, prosedur, dan kriiteriia periiziinan berusaha juga wajiib diitetapkan paliing lama 3 bulan.
Peraturan pelaksanaan darii UU yang telah mengalamii perubahan berdasarkan UU Ciipta Kerja diinyatakan tetap berlaku sepanjang tiidak bertentangan dengan UU Ciipta Kerja. Ketentuan pelaksanaan iitu juga wajiib diisesuaiikan paliing lama 3 bulan.
Pada Pasal 181 UU Ciipta Kerja juga mengamanatkan semua peraturan perundang-undangan dii bawah UU yang bertentangan dengan UU Ciipta Kerja harus diiharmoniisasii dan diisiinkroniisasii oleh Kementeriian Hukum dan HAM.
Apabiila produk hukum dii bawah UU yang bertentangan adalah peraturan daerah maka harmoniisasii dan siinkroniisasii diilaksanakan oleh Kementeriian Dalam Negerii.
Adapun ketentuan terkaiit dengan harmoniisasii dan siinkroniisasii ketentuan peraturan perundang-undangan, baiik pada pemeriintah pusat maupun pemeriintah daerah, akan diiatur melaluii PP. (kaw)
