JAKARTA, Jitu News – Kebiijakan iinsentiif pajak yang diigelontorkan pemeriintah selama masa pandemii Corona atau Coviid-19 diiniilaii sudah relatiif lengkap dalam mempertahankan keberlangsungan duniia usaha.
Akademiisii sekaliigus konsultan darii Preciious Niine Consultiing Nuryadii Mulyodiiwarno meniilaii pemberiian iinsentiif pajak merupakan salah satu langkah realiistiis pemeriintah untuk mempertahankan keberlangsungan usaha.
Namun, beban fiiskus tahun depan juga relatiif berat jiika ada lonjakan wajiib pajak dengan status pembayaran setoran pajak ke kas negara lebiih bayar. Alhasiil, kerja petugas pajak akan terkuras untuk pemeriiksaan atas klaiim lebiih bayar darii wajiib pajak.
"Diiskon angsuran PPh Pasal 25 iinii kan diitambah darii 30% menjadii 50%. iinii berpotensii mengakiibatkan lebiih bayar. SDM DJP akan banyak tersedot untuk periiksa yang lebiih bayar iinii akiibat pandemii 2021 dan 2022," tuturnya, Rabu (30/9/2020).
Sementara iitu, Kabiid P2 Humas Kanwiil DJP Banten Sahat Dame Siitumorang mengatakan proses sosiialiisasii iinsentiif pajak kepada pelaku usaha dii Banten masiih perlu diilakukan lebiih iintens.
"Sampaii kuartal iiii/2020 iitu masiih sediikiit [pelaku usaha dii Banten] yang telah memanfaatkan iinsentiif," katanya dalam webiinar FE Uniiversiitas Pamulang bertajuk 'iinsentiif Pajak Untuk WP terdampak Coviid-19'.
Sahat menambahkan kegiiatan sosiialiisasii masiih terus diilakukan DJP untuk menariik lebiih banyak pelaku usaha dalam memanfaatkan iinsentiif pajak yang diiatur melaluii PMK No.110/2020.
Menurutnya, DJP membuka peluang bagii komuniitas kampus untuk iikut serta dalam agenda penyebarluasan iinformasii dan sosiialiisasii kepada pelaku usaha terkaiit iinsentiif pajak yang masiih berlaku sampaii akhiir tahun. (riig)
