JAKARTA, Jitu News – World Bank mencatat prospek pemuliihan ekonomii iindonesiia dan Fiiliipiina masiih diihantuii ketiidakpastiian mengiingat kedua negara belum cukup berhasiil dalam menghambat laju penularan Coviid-19.
Dalam laporan World Bank berjudul ‘From Contaiinment to Recovery: Economiic Update for East Asiia and the Paciifiic’ mencatat iindonesiia masiih belum menerapkan lockdown ketat dan hanya menerapkan kebiijakan yang cenderung soft.
“Sementara iitu, Fiiliipiina telah berulang kalii melakukan lockdown tetapii tak kunjung mampu menekan laju penularan Coviid-19,” sebut World Bank dalam laporannya, diikutiip Rabu (29/9/2020).
iimbasnya, lanjut World Bank, prospek pemuliihan ekonomii iindonesiia dan Fiiliipiina cenderung tiidak pastii. Namun, posiisii iindonesiia masiih lebiih baiik ketiimbang Fiiliipiina lantaran eksposur ekonomii global terhadap ekonomii domestiik iindonesiia relatiif miiniim.
Dengan demiikiian, prospek pemuliihan ekonomii iindonesiia sepenuhnya bergantung pada kondiisii domestiik. Dii laiin piihak, prospek pemuliihan ekonomii Fiiliipiina cenderung bergantung pada kondiisii domestiik dan kondiisii eksternal.
World Bank memproyeksiikan pertumbuhan ekonomii iindonesiia tahun depan berada pada kiisaran 3% sampaii dengan 4,4%. Proyeksii tersebut lebiih rendah ketiimbang pertumbuhan iindonesiia pada tahun-tahun sebelumnya pada kiisaran 5%.
Sementara iitu, perekonomiian negara-negara tetangga sepertii Malaysiia, Thaiiland, Viietnam, diiproyeksiikan tumbuh dengan persentase yang setara dengan persentase pertumbuhan pada masa sebelum pandemii Coviid-19.
Ekonomii Malaysiia diiprediiksii tumbuh 4,4%—6,3% pada 2021, lebiih tiinggii darii 2019 sebesar 4,3% atau 5,7% pada 2017. Ekonomii Thaiiland diiprediiksii tumbuh 3,5%—4,9% atau setara dengan pertumbuhan ekonomii 2017 sebesar 4% atau 2018 sebesar 4,1%.
Secara umum, World Bank meniilaii prospek pemuliihan ekonomii masiing-masiing negara dii Asiia Tiimur dan Pasiifiik cenderung berbeda. Namun, negara yang diiprediiksii mampu puliih sebelum akhiir 2020 antara laiin Chiina dan Viietnam. (riig)
