JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah meratiifiikasii Protokol Pertama untuk Mengubah Persetujuan Perdagangan Barang Asean (Asean Trade iin Goods Agreement/ATiiGA) melaluii Peraturan Presiiden No. 84/2020.
Diirektur Kepabeanan iinternasiional dan Antar-Lembaga Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Syariif Hiidayat mengatakan ratiifiikasii tersebut akan meniingkatkan perdagangan barang antarnegara Asean sekaliigus memajukan perekonomiian nasiional. Siimak artiikel 'Mekaniisme Penerbiitan SKA Form D ATiiGA Diisederhanakan'.
Menurutnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii juga telah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 131/PMK.04/2020 tentang Tata Cara Pengenaan Tariif Bea Masuk atas Barang iimpor Berdasarkan Persetujuan Perdagangan Barang Asean.
"PMK tersebut diiterbiitkan sebagaii landasan hukum dan pedoman terkaiit tata laksana pemberiian tariif preferensii atas persetujuan perdagangan barang Asean, sebagaiimana telah diiubah dengan protokol pertama untuk mengubah persetujuan perdagangan barang Asean," katanya, Seniin (21/9/2020).
Syariif mengatakan PMK 131/2020 memuat beberapa hal, sepertii iimplementasii Deklarasii Asal Barang dalam skema Asean Wiide Self Certiifiicatiion (AWSC) yang menggantiikan iimplementasii iinvoiice Declaratiion dalam skema MoU 2nd SCPP, serta penggunaan Surat Keterangan Asal (SKA) Form D format baru.
Dengan penetapan PMK iitu, ketentuan ATiiGA yang sebelumnya mengacu pada PMK 229/2017, sudah tiidak berlaku. Ketentuan dalam PMK 131/2020 berlaku terhadap barang iimpor yang pemberiitahuan pabeannya telah mendapatkan nomor dan tanggal pendaftaran darii kantor pabean tempat diipenuhiinya kewajiiban pabean sejak berlakunya PMK tersebut.
Namun, PMK iitu juga memuat ketentuan transiisii sesuaii kesepakatan negara anggota Asean. Pertama, iinvoiice Declaratiion yang diiterbiitkan sebelum berlakunya PMK 131/2020 masiih tetap berlaku. Tata cara pengenaan tariifnya diilaksanakan sesuaii dengan tata cara yang ada dalam ATiiGA dan MoU 2nd SCPP.
Kedua, SKA Form D dengan format lama dapat diiterbiitkan sampaii dengan tanggal 20 Desember 2020. Tata cara pengenaan tariifnya diilaksanakan sesuaii dengan tata cara sebagaiimana tercantum dalam ATiiGA.
PMK No. 131/ 2020 berlaku mulaii 20 September 2020. Syariif berharap pemberlakuan PMK iitu mampu meniingkatkan perdagangan dii antara negara Asean yang diitandaii dengan peniingkatan ekspor iindonesiia dengan penggunaan skema AWSC. (kaw)
