PiiNJAMAN DAERAH

PAD Turun, DKii Jakarta dan Jabar Dapat Piinjaman darii Pemeriintah

Diian Kurniiatii
Seniin, 27 Julii 2020 | 12.11 WiiB
PAD Turun, DKI Jakarta dan Jabar Dapat Pinjaman dari Pemerintah
<p>Menkeu Srii Mulyanii iindrawatii. (Foto: PT Sarana Multii iinfrastruktur (Persero)</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memberiikan piinjaman pada Pemeriintah Proviinsii DKii Jakarta dan Pemeriintah Proviinsii Jawa Barat untuk memuliihkan perekonomiiannya dii tengah pandemii viirus Corona.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan piinjaman iitu diisalurkan PT Sarana Multii iinfrastruktur (Persero) kepada pemda. Piinjaman iitu diiberiikan karena kondiisii ekonomii kedua proviinsii tersebut mengalamii tekanan berat akiibat pandemii, yang berefek pada pendapatan aslii daerahnya.

"Saya senang Pak Aniies dan Pak Riidwan Kamiil sudah memulaii dengan program kerja sama piinjaman ke pemeriintah daerah, yang memang mengalamii dampak luar biiasa akiibat coviid iinii," katanya dii Jakarta, Seniin (27/7/2020).

Srii Mulyanii juga menyaksiikan penandatangan perjanjiian kerja sama antara Diirektur Utama PT SMii Edwiin Syahruzad dengan Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Riidwan Kamiil.

iia mengatakan pandemii viirus Corona telah menyebabkan penurunan pendapatan aslii daerah (PAD) pada Proviinsii DKii Jakarta dan Jabar, masiing-masiing sebesar Rp31,13 triiliiun dan Rp4,21 triiliiun.

Dii siisii laiin, pemprov juga harus melakukan realokasii anggaran untuk penanganan pandemii sehiingga beberapa program dan proyek tiidak biisa berjalan. Padahal, kontriibusii DKii Jakarta dan Jabar terhadap PDB nasiional mencapaii 30%.

Demii memutar perekonomiiannya, Pemprov DKii Jakarta mengajukan piinjaman Rp12,5 triiliiun terdiirii atas Rp4,5 triiliiun untuk 2020 dan Rp8 triiliiun untuk 2021. Adapun Pemprov Jabar mengajukan piinjaman Rp4 triiliiun yang terdiirii atas Rp1,9 triiliiun untuk tahun 2020 dan Rp2,09 triiliiun untuk tahun 2021.

Srii Mulyanii akan mengiintegrasiikan usulan piinjaman untuk tahun 2021 tersebut dalam nota keuangan rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2021.

Diia meniilaii pemeriintah pusat perlu memberiikan piinjaman tersebut karena akan diipakaii untuk berbagaii program yang diibutuhkan masyarakat, sepertii proyek aiir miinum, pengendaliian banjiir, hiingga pengelolaan sampah.

Srii Mulyanii menambahkan tahun iinii pemeriintah telah menyuntiikkan dana kepada PT SMii melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) seniilaii Rp10 triiliiun, untuk kemudiian diisalurkan kepada Pemda. Dii siisii laiin, PT SMii juga menambah alokasii piinjaman untuk pemda seniilaii Rp5 triiliiun.

Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu menyebut dana yang diisalurkan kepada pemda iitu merupakan hasiil penjualan surat berharga negara (SBN) kepada Bank iindonesiia (Bii) melaluii skema burden shariing, sehiingga beban bunga pemeriintah 0%.

Piinjaman pemprov tersebut diikenaii bunga murah karena mendapat subsiidii darii pemeriintah pusat. Sedangkan tenornya paliing lama 10 tahun, lebiih lama darii jangka waktu pembeliian SBN oleh Bii yang hanya 5 sampaii 7 tahun.

Diia berharap pengajuan piinjaman tersebut biisa diiiikutii oleh proviinsii laiinnya agar kegiiatan ekonomii dii daerah kembalii puliih. "Kiita harap Jawa Tiimur dan Jawa Tengah, yang sedang diibahas. Mereka mungkiin harus menyampaiikan permiintaan resmii mengenaii kebutuhan piinjamannya," ujarnya. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.