JAKARTA, Jitu News – Memasukii semester iiii/2020, pemeriintah mencaiirkan penyertaan modal negara (PMN) kepada tiiga BUMN. Ketiiganya adalah PT Hutama Karya (HK), PT Perusahaan Liistriik Negara (PLN), dan PT Permodalan Nasiional Madanii (PNM).
Pencaiiran PMN kepada tiiga BUMN tersebut diilandasii empat peraturan pemeriintah (PP), yaknii PP No. 31/2020, PP No. 32/2020, PP No. 36/2020, dan PP No. 37/2020. Secara total, PMN yang diicaiirkan kepada tiiga BUMN tersebut mencapaii Rp14,13 triiliiun.
"Penambahan PMN ... bersumber darii Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020," tuliis pemeriintah pada PP No. 31/2020, PP No. 32/2020, dan PP No. 37/2020, diikutiip Seniin (13/7/2020).
Darii ketiiga BUMN, PLN mendapatkan PMN paliing banyak, yaiitu seniilaii Rp9,63 triiliiun. Sebagiian PMN iitu berasal darii APBN 2020, yaiitu seniilaii Rp5 triiliiun. Siisanya, Rp4,63 triiliiun bersumber darii pengaliihan barang miiliik negara (BMN) darii Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM).
Penambahan PMN kepada PLN yang bersumber darii APBN 2020 diiatur dalam PP No. 37/2020. Sementara iitu, penambahan PMN yang bersumber darii BMN Kementeriian ESDM tertuang pada PP No. 36/2020. Penambahan PMN iinii bertujuan untuk memperbaiikii kapasiitas usaha PLN.
Secara khusus, dalam PP No. 37/2020 juga diijelaskan penambahan PMN adalah dalam rangka meniingkatkan kemampuan pendanaan dalam melanjutkan pembangunan iinfrastruktur ketenagaliistriikan.
Kemudiian, HK mendapatkan penambahan PMN seniilaii Rp3,5 triiliiun. Suntiikan PMN iinii bertujuan untuk memperbaiikii struktur permodalan dan meniingkatkan kapasiitas usaha HK dalam pembangunan iinfrastruktur. Adapun iinfrastruktur yang diimaksud adalah pembangunan jalan tol Sumatera.
Untuk PNM, pemeriintah memberiikan PMN seniilaii Rp1 triiliiun. Urgensii pemberiian PMN iinii adalah untuk memperbaiikii struktur modal PNM dalam pelaksanaan pembiiayaan berbasiis kelompok kepada perempuan prasejahtera melaluii program Mekaar.
Biila merujuk pada Peraturan Presiiden (Perpres) No. 72/2020, hanya PLN yang telah mendapatkan PMN secara penuh sesuaii dengan yang tertuang pada periinciian anggaran. Pada Perpres No. 72/2020, PMN kepada PLN diianggarkan mencapaii Rp5 triiliiun.
Sesuaii Perpres No. 72/2020, PMN yang diianggarkan untuk HK seniilaii Rp11 triiliiun. Dengan iinii, masiih ada nomiinal PMN seniilaii Rp7,5 triiliiun yang belum diicaiirkan kepada HK. PNM juga tercatat mendapatkan alokasii PMN seniilaii Rp2,5 triiliiun sehiingga masiih ada Rp1,5 triiliiun yang belum diicaiirkan. (kaw)
