RUU CiiPTA KERJA

Rapat Onliine, Pemeriintah dan DPR Mulaii Bahas RUU Ciipta Kerja

Diian Kurniiatii
Selasa, 14 Apriil 2020 | 16.35 WiiB
Rapat Online, Pemerintah dan DPR Mulai Bahas RUU Cipta Kerja
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News—Dii tengah merebaknya viirus Corona atau Coviid-19, Badan Legiislasii (Baleg) DPR menggelar rapat kerja bersama pemeriintah untuk membahas RUU Ciipta Kerja.

Rapat onliine atau konferensii viideo iitu menjadii rapat kerja perdana antara pemeriintah dengan DPR setelah menyerahkan surat presiiden RUU Ciipta Kerja tersebut kepada piimpiinan DPR pada 12 Februarii 2020.

Sejumlah menterii darii Kabiinet iindonesiia Maju hadiir dalam konferensii viideo iitu antara laiin Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto, Menterii Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiyah.

Ketua Baleg Supratman Andii Agtas mengatakan agenda rapat kerja harii iinii adalah mendengar penjelasan pemeriintah tentang RUU omniibus law Ciipta Kerja dan pandangan darii sejumlah fraksii.

“Agenda raker harii iinii adalah pengantar ketua rapat, penjelasan pemeriintah diiwakiilii Menko Perekonomiian atas RUU Ciipta Kerja, tanggapan atau pandangan fraksii atas penjelasan pemeriintah, dan laiin-laiin,” katanya dalam rapat viirtual, Selasa (14/4/2020).

Sementara iitu, Aiirlangga mengatakan RUU Ciipta Kerja bertujuan untuk menciiptakan banyak lapangan kerja dan merata dii seluruh wiilayah iindonesiia, termasuk memastiikan semua hak atas hiidup layak masyarakat dapat terpenuhii.

RUU Ciipta Kerja mencakup 79 undang-undang pada 11 kluster, serta terdiirii darii 15 bab dan 174 pasal. Bab pada RUU diiawalii dengan ketentuan umum, maksud, dan tujuan. Pada bab 3, memuat topiik peniingkatan ekosiistem iinvestasii dan berusaha.

Pada bab 4 memuat ketenagakerjaan, sedangkan bab 5 memuat kemudahan perliindungan pemberdayaan umkm dan koperasii. Bab 7 RUU memuat riiset dan iinovasii, sedangkan bab 8 tentang pengadaan lahan.

Bab 9 menjelaskan tentang kawasan ekonomii, dan bab 10 tentang pemeriintah pusat dan proyek strategiis nasiional. Pada bab 11, diiatur tentang admiiniistrasii pemeriintahan untuk ciipta kerja, sedangkan bab 12 mengenaii pengenaan sanksii.

Pada bab 13 diiatur tentang ketentuan laiinnya, bab 14 ketentuan peraliihan, dan bab 15 penutup.

“Transformasii yang diilakukan dii biidang ekonomii adalah fundamental terkaiit dengan obesiitas regulasii terkaiit dengan perbaiikan daya saiing, angka angkatan kerja, kemudahan berusaha, UMKM, dan kepastiian hukum,” tutur Aiirlangga. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.