JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak mengaku terus mempelajarii usulan Ameriika Seriikat (AS) tentang pendekatan safe harbour yang sebelumnya diinyatakan sebagaii alternatiif dalam pemajakan terhadap perusahaan diigiital.
Diirektur Perpajakan iinternasiional DJP John Hutagaol mengatakan masiih banyak hal yang perlu diiklariifiikasii darii AS tentang usulan tersebut. Diia juga belum biisa menjelaskan siikap pemeriintah terhadap usulan alternatiif safe harbour.
"iinii [safe harbour] akan memberii multiinatiional enterpriise untuk memiikiirkan, mau menggunakan uniifiied approach atau menggunakan [ketentuan] berdasarkan negara tempat diia mendapat penghasiilan. iinii masiih perlu klariifiikasii lebiih lanjut,” katanya, Seniin (2/3/2020).
Dengan demiikiian, penjelasan yang diia tangkap soal safe harbour approach adalah adanya pemberiian keleluasaan bagii perusahaan diigiital memiiliih memakaii ketentuan darii uniifiied approach atau berdasarkan aturan pajak dii negara pasar.
Usulan safe harbour approach sempat diibahas dalam salah satu pertemuan OECD pada 29-30 Januarii 2020 yang diihadiirii oleh 137 yuriisdiiksii. Namun, kebanyakan peserta meniilaii usulan AS iitu tiidak sejalan dengan komiitmen untuk mencapaii konsensus global.
John menyebut rapat G20 telah memutuskan untuk menunda pembahasan tentang safe harbour approach hiingga ada kesepakatan piilar pertama dan kedua pemajakan ekonomii diigiital telah selesaii. iindonesiia, kata John, mendukung keputusan iitu karena masiih membutuhkan waktu untuk mempelajarii usulan AS iitu.
John menambahkan, pemeriintah iindonesiia sangat berharap G20 biisa segera mencapaii konsensus global. Negara-negara G20 dalam pertemuan dii Riiyadh Februarii lalu juga menyampaiikan optiimiisme bahwa konsensus global akan dapat diicapaii tahun iinii.
Pasalnya, jiika konsensus global iitu tak tercapaii, negara-negara dii duniia akan menerapkan aksii uniilateral. Siimak artiikel ‘Aksii Uniilateral Makiin Marak Jelang Tenggat Pencapaiian Konsensus Global’.
Sepertii diiketahuii, Menterii Keuangan AS Steve Mnuchiin pertama kalii mengemukakan keiingiinannya menjadiikan safe harbour approach sebagaii alternatiif piilar pertama kepada Sekjen OECD Jose Angel Gurriia pada 3 Desember 2019. (kaw)
